Opini

Al Quran Pembedah Misteri Alam

×

Al Quran Pembedah Misteri Alam

Sebarkan artikel ini

OLEH: ACE SOMANTRI — Dosen Universitas Muhammadiyah

BANDUNGMU.COM — Alam dalam term umum pada kajian Islam yaitu segala sesuatu selain Allah SWT. Artinya yakni segala bentuk apa pun yang diciptakan Allah, baik itu yang terlihat maupun tidak oleh manusia.

Jauh sebelum manusia saat ini, ada macam dan varian makhluk lain yang sudah diciptakan Allah SWT.

Apa pun itu, hal preogratifnya sebagai Sang Maha Pencipta karena yang menghidupkan dan mematikan makhluk ada di tangan-Nya.

Dari segala hal yang terjadi di alam dan dunia ini semua adalah kehendak-Nya, tidak ada satu pun yang dapat mengahalangi-Nya. Posisi Pencipta memiliki hak penuh terhadap segala hal yang diciptakan dengan berbagai konsekuensi yang harus dipenuhi.

Alam yang diciptakan, khususnya yang berada di antara langit dan bumi, di antara dari sekian hal yang diciptakan Allah SWT, diberikan keistimewaan yang berbeda dari makhluk lain, terlebih yang namanya manusia.

Manusia diciptakan dari saripati tanah. Dalam sejarah penciptaannya ada makhluk lain yang protes kepada Allah SWT bahwa makhluk sejenis manusia adalah pembuat kerusakan yang akan menumpahkan darah di muka bumi.

Baca Juga:  Mari Mengkhidmati Kematian

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.’ Mereka berkata: ‘Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?’ Tuhan berfirman: ‘Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.’ (QS Al Baqarah [2]: 30).

Perlu ditegaskan bahwa sejenis manusia sebagai mahluk yang sudah diketahui ketahui sifat dan karakternya oleh makhluk yang lainnya. Apabila Allah SWT sudah berkehendak apa pun dapat terjadi: “Jadilah! Maka jadilah sesuatu itu” (QS Yasin: 82).

Dari berbagai kejadian dan peristiwa yang muncul sebelum dan sesudah turunnya Al Quran dan banyak hal misteri lainnya yang semua bisa diungkap oleh Al Quran. Hanya saja dibutuhkan keilmuan yang memadai.

Baca Juga:  Mengapa Semakin Kuat Desakan PDIP untuk Dibubarkan?

Perjalanan panjang Allah SWT memberikan kepada semua makhluk yang diciptakan menjadi sebuah referensi kehidupan pada setiap makhluk yang diciptakan.

Apalagi segala yang ada di bumi yang terlihat secara kasatmata, sudah dipastikan dapat diakses oleh manusia. Tidak mungkin Allah menciptakan bumi dan isinya untuk manusia tidak diberikan alat untuk membedah semua yang ada di antara langit dan bumi.

Petunjuk yang jelas dan pembeda yang tegas, yakni Al Quran, menjadi sumber dari segala sumber ilmu pengetahuan. Semua disiplin ilmu yang lahir dan berkembang di dunia dari abad ke abad semua sumbernya dari Al Quran. Tidak ada sumber pokok lainnya.

Secara aplikatif, tuntutan petunjuk teknis juknis dalam Al Quran ada dalam keteladanan sebagai rule model di dunia adalah Rasulullah SAW.

Semua rumusan alam semesta terdapat dalam Al Quran, hanya saja Allah SWT memberikan petunjuk secara graduatif diberikan kepada orang-orang yang dikehendaki.

Selebihnya diberikan kesempatan untuk terus memposisikan dan memerankan diri untuk segera mendapatkan kehendak-Nya.

Baca Juga:  Ulama Muhammadiyah KH Masturo Dijadikan Nama Jalan di Kota Bekasi

Untuk mendapatkan kehendak-Nya, manusia khususnya telah diberikan berbagai kelebihan, yaitu yang paling istimewa dari semua makhluk yang Allah ciptakan, manusia diberikan akal.

Bagi manusia, tidak ada yang tidak diberikan oleh-Nya. Secara fisik, manusia dibuat dalam bentuk yang baik (ahsani taqwiim), akal yang sehat, psikis yang seimbang, petunjuk dan pedoman teknis hidup diberikan secara lengkap dan sempurna.

Tidak ada alasan lain, ketika manusia hanya mengeluh, kenapa ini terjadi? Kok bisa begini dan begitu? Bisa-bisanya terjadi, padahal sudah sesuai? Kita ini harus bagaimana? Dan banyak lain celotehan yang mempertanyakan pada dirinya sendiri.

Padahal semua fasilitas yang lengkap sudah diberikan oleh Allah SWT. Hanya sayang kebanyakan manusia cenderung tidak mau menggunakan akal sehat secara cerdas dan keras untuk membedah misteri kehidupan yang sedang terjadi maupun yang akan terjadi di muka bumi. Faidza ajamta fatawakal ‘alallah. Semoga semua dapat berpikir cerdas dengan akalnya.***