UMBandung
News

Alhamdulillah, Jurnal Studi Islam Fastabiq UM Bandung Raih Sinta 4 dari Kemendikbudristek

×

Alhamdulillah, Jurnal Studi Islam Fastabiq UM Bandung Raih Sinta 4 dari Kemendikbudristek

Sebarkan artikel ini
Dokumentasi Promosi dan PMB Universitas Muhammadiyah Bandung.***

BANDUNGMU.COM, Bandung — Jurnal Studi Islam Fastabiq di bawah pengelolaan Fakultas Agama Islam UM Bandung berhasil meraih akreditasi Sinta 4 dari Kemendikbudristek pada awal Juni 2022.

“Kami bersyukur jurnal yang kami kelola akhirnya meraih sinta 4,” tutur pengelola Fastabiq, Sopaat Rahmat Selamet di kampus UM Bandung, Rabu 13 Juli 2022.

Jurnal Fastabiq bertujuan menyebarluaskan hasil penelitian atau kajian tentang perkembangan ilmiah studi Islam yang mencakup beberapa aspek kajian.

Misalnya Pendidikan Islam, Pendidikan Anak Usia Dini, Ekonomi Syariah, Hukum Keluarga Islam, dakwah, Komunikasi Penyiaran Islam, Pemikiran Islam, Tafsir Al Quran, Tafsir Hadis, dan Sosial Budaya (humaniora).

Baca Juga:  Lazismu Jawa Barat Berbagi Ilmu dan Beasiswa Pendidikan di UM Bandung

Dosen turut mengapresiasi

Kang Sopaat bersyukur karena semua dosen di Fakultas Agama Islam UM Bandung mengapresiasi dan mendukung jurnal studi Islam Fastabiq ini.

“Jurnal ini terbit berkala setahun dua kali. Tulisan tersebut berasal dari hasil penelitian ilmiah dari akademisi UM Bandung dan pemerhati studi Islam,” kata Kang Sopaat.

Dosen UM Bandung itu berharap dengan terakreditasinya jurnal Fastabiq di Kemendikbudristek menjadi motivasi bagi akademisi UM Bandung untuk menghadirkan penelitian dan artikel ilmiah.

Baca Juga:  UM Bandung - Baznas Sepakati Kerja Sama Penelitian Potensi Zakat Hingga Muzaki dan Mustahik

Selain itu, tutur Kang Sopaat, terakreditasinya Fastabiq bisa menjadi pemantik bagi jurnal-jurnal lain pada prodi atau fakultas di bawah naungan UM Bandung. Pun mampu menerbitkan dan mengelolanya secara konsisten.

“Ini juga yang menjadi harapan dari Warek I UM Bandung ketika memberikan arahan. Bahkan, kita berharap jurnal di UM Bandung bukan saja terakreditasi jurnal nasional, melainkan masuk jurnal bereputasi internasional,” tandas Kang Sopaat.

Iklim akademik

Sopaat mengajak para dosen untuk menghidupkan kegiatan ilmiah yang menghasilkan luaran dalam bentuk artikel jurnal.

Baca Juga:  Dosen UM Bandung Ungkap Manfaat dan Peluang Usaha Daun Stevia, Pemanis Alami Rendah Kalori

“Semua kegiatan itu saya kira sangat penting karena tugas kita sebagai dosen adalah meneliti dan menulis. Dan kita harus memaksimalkan jurnal Fastabiq ini khususnya, juga jurnal-jurnal lainnya,” tutur sejarawan muda Muhammadiyah pengagum KH Ahmad Dahlan ini.

Sopaat berpesan agar para dosen dan Kaprodi bisa memotivasi mahasiswanya agar produktif menghasilkan artikel ilmiah dan mensitasinya dari jurnal.***(FA)

PMB UM Bandung