PMB UMbandung
News

Ekonomi Syariah UM Bandung, Kuliah Siap Kerja dan Berwirausaha

×

Ekonomi Syariah UM Bandung, Kuliah Siap Kerja dan Berwirausaha

Sebarkan artikel ini
PMB UMBandung

BANDUNGMU.COM, Bandung – Memilih Program Studi (Prodi) Ekonomi Syariah saat ini tidak lagi identik dengan cita-cita menjadi pegawai bank syariah.

Pesatnya pertumbuhan industri halal, keuangan digital, fintech syariah, hingga perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membuka peluang karier yang jauh lebih luas bagi lulusan ekonomi syariah.

Menjawab kebutuhan tersebut, Prodi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung terus mengembangkan sistem pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Mahasiswa tidak hanya dibekali teori ekonomi dan keuangan syariah, tetapi pengalaman praktik, kompetensi profesional, serta karakter Islamic Technopreneurship yang menjadi identitas UM Bandung.

Ketua Prodi Ekonomi Syariah UM Bandung Yudistia Teguh A Fikri menjelaskan, proses pembelajaran dirancang lebih interaktif dan aplikatif melalui pendekatan project based learning, studi kasus, simulasi akad syariah, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, magang, hingga kunjungan industri.

”Pembelajaran di Prodi Ekonomi Syariah menerapkan pendekatan yang interaktif, aplikatif, dan berbasis kebutuhan dunia kerja. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi memperoleh pengalaman lapangan sehingga siap menghadapi tantangan industri,” ujarnya di sela-sela kegiatan akademik di UM Bandung pada Selasa (04/08/2026).

Baca Juga:  Mahasiswa UM Bandung Tanamkan Budaya Menabung Lewat Daur Ulang Sampah Botol Air Mineral

Menurutnya, kurikulum juga mengintegrasikan nilai-nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK), literasi digital, perkembangan teknologi, dan isu-isu ekonomi kontemporer.

Di era AI, teknologi dipandang sebagai alat yang membantu meningkatkan produktivitas akademik.

Mulai dari pencarian referensi, analisis data, hingga pengembangan ide, tanpa mengabaikan etika, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis.

”AI kami pandang sebagai tools, bukan pengganti proses berpikir mahasiswa. Justru kemampuan menganalisis, mengambil keputusan, dan memahami nilai-nilai syariah menjadi semakin penting di era digital saat ini,” katanya.

Yudistia menambahkan, kondisi perekonomian Indonesia saat ini memang dihadapkan pada berbagai tantangan.

Mulai dari perlambatan ekonomi global, ketidakpastian geopolitik, fluktuasi nilai tukar, hingga percepatan digitalisasi.

Baca Juga:  Istikamah dalam Ibadah, Kunci Fokus Jalani Ramadan Penuh Berkah

Namun, situasi tersebut juga menghadirkan peluang besar karena didukung bonus demografi, pertumbuhan industri halal, dan meningkatnya kebutuhan sumber daya manusia yang adaptif terhadap teknologi.

Menurutnya, dunia usaha kini tidak lagi hanya membutuhkan lulusan berijazah.

Namun, tenaga profesional yang memiliki kompetensi, literasi digital, kemampuan berpikir kritis, jiwa kewirausahaan, dan mampu memanfaatkan AI secara bijak untuk meningkatkan produktivitas.

Dari perspektif ekonomi syariah, kondisi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat praktik bisnis yang menjunjung etika, keadilan, transparansi, dan keberlanjutan.

Nilai-nilai syariah, kata Yudistia, dinilai semakin relevan dalam membangun sistem ekonomi yang tangguh sekaligus mampu menjawab tantangan global.

Prospek lulusan Prodi Ekonomi Syariah pun semakin beragam. Alumni dapat berkarier di perbankan syariah, BMT, koperasi, pegadaian dan fintech syariah, industri halal, lembaga zakat dan wakaf, konsultan dan auditor syariah, instansi pemerintah, regulator, akademisi, peneliti, ataupun menjadi wirausahawan berbasis syariah.

Baca Juga:  Tingkatkan Publikasi Ilmiah Mahasiswa, Forum Dekan Fakultas Ushuluddin PTKI Se-Indonesia Buka Kelas Menulis

Pengalaman tersebut dirasakan mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah UM Bandung Retno Widiarti yang baru menyelesaikan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Baznas.

Selama magang, dia terlibat dalam perencanaan penghimpunan dana, menjalin kemitraan dengan perusahaan, menyusun konten edukasi, hingga menyalurkan bantuan kepada masyarakat.

”Saya merasakan bahwa teori ekonomi syariah bukan sekadar konsep akademik, tetapi benar-benar menjadi solusi nyata bagi persoalan sosial dan ekonomi masyarakat. Pengalaman magang membuat saya semakin yakin dengan pilihan jurusan ini,” ungkapnya.

Melalui kurikulum yang adaptif, kolaborasi dengan industri, sertifikasi kompetensi, dan penguatan karakter Islamic Technopreneurship, Prodi Ekonomi Syariah UM Bandung terus berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik.

Namun, siap menjadi profesional, inovator, dan entrepreneur yang mampu berkontribusi dalam pengembangan ekonomi syariah di tingkat nasional dan global.***(FA)

PMB UMBandung