BANDUNGMU.COM, Yogyakarta – Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Barat menggelar Baitul Arqam (BA) Pimpinan di Suara Muhammadiyah Tower and Covention, Jalan KH Ahmad Dahlan Nomor 107, Yogyakarta, dari Jumat-Minggu (03-05/11/2023).

Baitul Arqam Pimpinan ini mengangkat tema “Memperkuat Ukhuwah, Meningkatkan Kepemimpinan Kolektif, dalam Membangun Perempuan Berkemajuan”.
Dalam kegiatan yang berlangsung khidmat dan tertib ini, sebanyak 17 orang pimpinan PWA Jawa Barat hadir sebagai peserta. Mereka merupakan anggota pimpinan harian dan para ketua lembaga dan majelis.
Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Barat Ia Kurniati mengatakan bahwa kegiatan ini membawa semangat kebersamaan.
“Amanat organisasi harus dijalankan dengan landasan kebersamaan. Kebersamaan yang dipupuk dengan taawun dan bergembira sesuai dengan pesan KH Ahmad Dahlan,” katanya.
Sementara itu, dalam sambutannya Ketua Divisi Perkaderan Utama Husnul Kusaeri menyampaikan pesan bahwa Baitul Arqam Pimpinan merupakan pintu utama bagi aktivis Aisyiyah sekalipun telah mengikuti perkaderan di ortom sebelumnya.
Baitul Arqam yang diadakan ini memiliki tujuan untuk menimba ilmu keorganisasian langsung dari pimpinan pusat. Harapannya yakni mengantarkan pribadi yang lebih segar dan kuat dalam menghadapi kesulitan dan hambatan yang akan dihadapi bersama-sama.
Peserta Baitul Arqam menerima berbagai materi yang berkaitan dengan keislaman, Aisyiyah, Muhammadiyah, fathul qulub, dan sebagainya.
Selain itu, pada hari ketiga Baitul Arqam, ada kegiatan napak tilas ke tempat bersejarah Muhammadiyah di Yogyakarta.
Misalnya ke Musala Aisyiyah yang sekarang dijadikan cagar budayaLanggar kidul, ke Frobel Kindergarten Aisyiyah pertama, makam Nyai Walidah, Masjid Gedhe, dan SD Muhammadiyah pertama di Suronatan.
Setelah penutupan Baitul Arqam, Minggu (05/11/2023), rombongan PWA Jawa Barat bersilaturahmi kepada Bunda Chadiroh, salah satu cicit KH Ahmad Dahlan dari putrinya Siti Busyro.
Kemudian menengok Bunda Prof Chamamah Soeratno di kompleks dosen UGM Bulak Sumur. Ia merupakan Ketua Umum PPNA pertama dan wanita pertama Indonesia yang berbicara di forum PBB.***












