Bandung dalam Tinjauan 4 Buku Langka! 2 Judul Buku Bernilai Sejarah

oleh -
buku bandung

Feri Anugrah, Editor

BANDUNGMU.COM – Pada artikel sebelumnya, saya mengawali dengan 4 judul buku karya Haryoto Kunto tentang pernik Bandung tercinta, disini. Nah, sekarang saatnya melanjutkan pembahasan 4 judul buku yang membahas Bandung dari sisi realitas historik.

Keempat judul buku tersebut ialah sebagai berikut:

1. Buku ”Peringatan Setahoen Peristiwa Bandoeng”

Buku ini merupakan peringatan satu tahun peristiwa Bandung Lautan Api yang sengaja dicetak kembali sesuai dengan aslinya, yang mencerminkan suasana pada 1945-1947.

Selain itu, buku ini juga merupakan penghargaan kepada penulisnya, seorang pejuang, wartawan Samaoen Bakry, yang gugur di Palembang sebagai wakil residen yang bertugas mengirimkan emas hasil Cikotok ke Bukittinggi dengan pesawat Dakota, tetapi ditembak jatuh oleh Belanda.

Samaoen Bakry, ”Peringatan Setahoen Peristiwa Bandoeng”, Penerbit Harian Badan Pembina Cops (BPC) Siliwangi Pusat, cetakan kedua, 1996, 107 hlm.

2. Buku “Ciri Perancangan Kota Bandung”

Djefry W. Dana yang merupakan seorang arsitek dari ITB dan mendalami bidang Perancangan Kota menceritakan bahwa Bandung adalah kota yang pada awalnya dengan baik, terutama pada perwujudan ruang kota ataupun bentuk-bentuk bangunan yang menarik.

Oleh karena itu, tidak mengherankan kalau Bandung merupakan suatu laboratorium yang dapat dipakai bagi para arsitek maupun perancang kota. Buku ini mengajak pembaca menikmati serta memahami maksud yang terkandung dibalik keindahan visual bangunan-bangunan tua dan topografi kota Bandung.

Djefry W. Dana, ”Ciri Perancangan Kota Bandung”, Penerbit Gramedia Pustaka Utama, cetakan pertama 1990, 143 hlm.

3. Buku ”Braga: Jantung Paris Van Java”

Runutan cerita dalam buku ini mengajak kita untuk menelusuri lintasan paling masyhur di Kota Bandung pada awal abad ke-20. Kita tahu ungkapan Paris van Java, ya ungkapan itu sebagai sanjungan Bandung pada dasawarsa 1930-an, mungkin hanya Jalan Braga yang paling mewakili rupa dari sanjungan itu.

Julukannya sebagai de meest Europeesche winkelstraat van Indie atau jalan-jalan pertokoan paling (bernuansa) Eropa di seluruh Hindia. Hal itu menunjukkan bahwa lintasan yang satu ini punya keunikan dan daya tarik yang khas.

Ridwan Hutagalung & Taufanny Nugraha, ”Braga: Jantung Paris Van Java”, Penerbit Ka Bandung, cetakan pertama Oktober 2008, 168 hlm.

4. Buku ”Bandung Awal Revolusi 1945-1946”

Buku yang memuat tentang penelitian pertama mengenai sejarah lokal dalam periode revolusi Indonesia. Kisahnya mengenai peristiwa-peristiwa di dalam dan sekitar Kota Bandung selama periode Agustus 1945-Maret 1946 dan mengungkap berbagai aspek dalam sejarah revolusi Indonesia yang sampai sekarang hanya sedikit diperhatikan.

Ada cerita-cerita unik yang disajikan buku ini pada masa awal revolusi di Bandung, mulai dari rivalitas orang Sunda dan orang non-Sunda, “camat perjuangan” yang berambut panjang dan selalu berpakaian santai, hingga bungkusan-bungkusan dari daun yang dibawa berperang untuk menyimpan mayat-mayat prajurit Gurkha.

John R.W. Smail, ”Bandung Awal Revolusi 1945-1946”, Penerbit Ka Bandung, cetakan pertama Mei 2011, 210 hlm.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *