PMB UMbandung
News

BEI Kenalkan Virtual Trading kepada Mahasiswa Baru UM Bandung untuk Belajar Investasi

×

BEI Kenalkan Virtual Trading kepada Mahasiswa Baru UM Bandung untuk Belajar Investasi

Sebarkan artikel ini
PMB UMBandung

BANDUNGMU.COM, Bandung — Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan edukasi pasar modal kepada mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung dalam rangkaian Pesonamu UM Bandung 2026 di Auditorium KH Ahmad Dahlan pada Selasa (22/09/2026).

Deputi Kepala Wilayah Jawa Barat Kantor Perwakilan BEI Jawa Barat Adnan Bahalwan hadir sebagai pemateri pada hari kedua kegiatan.

Ia membekali mahasiswa dengan pengetahuan dasar investasi pasar modal sekaligus langkah awal menjadi investor muda.

Adnan menekankan, keinginan berinvestasi harus diikuti pemahaman yang cukup. Apa pasal?

Calon investor perlu mengenal instrumen investasi, memahami karakteristik dan risikonya, serta menyesuaikannya dengan tujuan dan kemampuan masing-masing.

Baca Juga:  Rakornas II Asprodi MKS 2023 Hasilkan Harmonisasi Kurikulum Prodi Manajemen Keuangan Syariah

Ia memperkenalkan prinsip 3P, yaitu paham, punya, dan pantau sebagai bekal bagi investor pemula.

Menurutnya, mahasiswa harus memahami instrumen investasi sebelum memutuskan untuk memilikinya dan melakukan pemantauan setelah berinvestasi.

“Jangan punya dulu tapi belum paham, tapi harus paham dulu baru punya, dan setelah punya terus dipantau secara berkala,” ujar Adnan.

Menurut Adnan, pemahaman tersebut penting agar mahasiswa tidak membeli instrumen investasi hanya karena mengikuti tren. Investor juga perlu melakukan analisis sebelum mengambil keputusan.

Untuk membantu mahasiswa mengenal mekanisme transaksi, Adnan memperkenalkan IDX Mobile yang memiliki fitur virtual trading.

Fitur tersebut memungkinkan pengguna melakukan simulasi jual beli saham sebelum menggunakan dana secara langsung.

Baca Juga:  Pandangan Muhammadiyah Soal Game Online Untuk Hiburan dan Penambah Penghasilan

Adnan juga mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadikan media sosial sebagai satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan investasi.

Informasi mengenai saham, termasuk rekomendasi dari influencer, perlu diperiksa dan dianalisis kembali.

Mahasiswa, kata dia, dapat melihat laporan keuangan dan kondisi harga saham sebelum menentukan keputusan investasi.

Ia juga mengingatkan agar investor pemula tidak terjebak FOMO (fear of missing out).

“Tolong jangan FOMO, jangan ikut-ikutan orang,” tegasnya.

Adnan menegaskan, keputusan membeli atau menjual saham merupakan tanggung jawab masing-masing investor.

Oleh karena itu, setiap keputusan perlu didasarkan pada pertimbangan dan analisis pribadi setelah memperoleh informasi dari berbagai sumber.

Baca Juga:  PP Muhammadiyah dan Bank BCA Syariah Jalin Kerja Sama Strategis untuk Kesejahteraan Masyarakat

Selain pengetahuan, kesiapan mental juga menjadi bagian penting dalam investasi.

Pengalaman akan membantu investor menghadapi berbagai kondisi pasar dan memahami bahwa investasi bukan sarana untuk memperoleh keuntungan secara instan.

Menurut Adnan, investasi memiliki tujuan dan jangka waktu yang beragam, mulai dari jangka pendek hingga panjang.

Oleh karena itu, mahasiswa perlu menentukan tujuan investasi sebelum memilih instrumen.

Melalui edukasi tersebut, mahasiswa UM Bandung diperkenalkan pada investasi pasar modal.

Mereka juga didorong untuk membangun kebiasaan mengambil keputusan finansial berdasarkan pemahaman, analisis, dan pertimbangan yang matang.***(Hikma/Althof/Fauzan)

PMB UMBandung