Bermanfaat Untuk Bangsa

oleh -

Oleh: Prof Dr H Dadang Kahmad MSi, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah

BANDUNGMU.COM — Kalau melihat teks bunyi doa meminum air zam-zam yang diajarkan Nabi Muhammad SAW adalah “Allahumma inni as-aluka i’lman naafi’an, wa rizqan waasi’an, wasyifaa-an min kulli daa-in, wa saqamin birahmatika yaa arhamarraahimiin.”

Artinya: “Ya Allah sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas dan kesembuhan dari tiap penyakit dengan rahmat-Mu. Ya Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

Doa tersebut merupakan permohonan tentang pemenuhan kebutuhan dasar manusia, yaitu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas, dan kesehatan yang baik. Ketiganya jadinya IPM atau Indeks Pembangunan Manusia yang jadi ukuran kemajuan sebuah negara.

Baca Juga:  Emosi dan Kebaikan bersama

IPM memiliki tiga dimensi yang digunakan sebagai dasar perhitungannya: Kesehatan, yang diukur dengan angka harapan hidup saat kelahiran. Pendidikan, yang dihitung dari angka harapan sekolah dan angka rata-rata lama sekolah. Standar hidup layak, yang dihitung dari produk nasional bruto per kapita.

Muhammadiyah sejak awal pendiriannya telah memperhatikan ketiga persoalan mendasar bagi masyarakat tersebut. Pendidikan merupakan prioritas awal yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan dengan mendirikan sekolah di rumahnya sendiri.

Penyantunan bagi anak yatim dan fakir miskin sebagai realisasi rezeki yang luas dengan pendirian panti asuhan.

Selanjutnya didirikan lembaga kesehatan dengan sebutan Penolong Kesengsaraan Umum pada tahun 1923 dan terus berkembang hingga tahun 2022 sekarang ini.

Baca Juga:  Dimulai Dari Shalat Berjamaah

Kiprah Muhammadiyah selama 110 tahun, telah mendirikan ribuan berbagai amal usaha untuk membantu warga masyarakat seperti panti asuhan, rumah sakit, lembaga pendidikan, lembaga perbankan, dan lembaga pemberdayaan masyaarakat. Hal itu merupakan bukti peran Muhammadiyah bagi kemajuan bangsa Indonesia.

Meskipun peran kebangsaan Muhammadiyah tersebut seringkali dipandang sebelah mata oleh pemerintah dan masyarakat.

Keterlibatan Muhammadiyah dalam memajukan bangsa Indonesia merupakan sebuah tanggung jawab kebangsaan dan bukti bahwa Muhammadiyah memiliki nasionalisme berbangsa dan bernegara yang tak diragukan lagi.

Dalam konteks kemajuan bangsa Indonesia, Muhammadiyah menggunakan gerakan organisasi berbasis amal yang “berkemajuan” dan memegang teguh ajaran Islam kosmopolitan sehingga kemandiriannya bukan berarti anti Nasionalisme, tetapi sebagai wujud dari gerakan sosial yang independen.

Baca Juga:  Prof Dadang Kahmad: Dakwah Muhammadiyah Harus Menarik

Oleh karena itu, secara politik, Muhammadiyah terbuka terhadap keragaman dan selalu menjalin dialog-kerja sama dengan pemerintah demi kemajuan bangsa.

Sebagai bagian dari nation-state, keluarga besar Muhammadiyah diharapkan terus menunjukkan semangat kebangsaannya dalam ber-Muhammadiyah.

Persyarikatan ini akan tetap berada di garis depan dalam memajukan bangsa dari berbagai keterbelakangan, menjadi perekat bangsa dari ketercerai-beraian, menggodok keputusan-keputusan yang visioner, baik dan bermanfaat, serta mengukuhkan diri dalam konteks kebangsaan di masa yang akan datang.

Muhammadiyah akan tetap bersinar sepanjang membawa manfaat bagi umat, bangsa dan kemanusiaan semesta. Karena sesuatu yang bermanfaat akan abadi sedangkan sesuatu yang tidak bermanfaat akan sirna hilang dari muka bumi.***

___

Editor: FA

No More Posts Available.

No more pages to load.