Empat Kunci untuk Kembangkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

oleh -

BANDUNGMU.COM — Wakil Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah Ahmad Najib Burhani sampaikan empat kunci kepada Muhammadiyah untuk kembangkan dan mempercepat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menurutnya, penyiapan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi supaya bisa bersaing di tingkat global tidak bisa dengan cara instan, melainkan butuh proses.

Berkaca dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Najib sampaikan empat kunci. Pertama, menciptakan ekosistem dunia keilmuan yang baik, kondusif, dan mendukung untuk menciptakan rasa nyaman.

“Misalnya dalam hal yang konkrit bisa diterjemahkan dalam perpustakaan yang baik, tempat laboratorium yang baik, research center yang baik. Termasuk dalam ekosistem adalah memberikan fasilitas dan pendanaan di dalam kegiatan-kegiatan research,” tutur Najib, dikutip dari Muhammadiyah.or.id, Senin (22/11/2021).

Kedua, yang diperlukan untuk mempercepat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah global connection. Menciptakan jaringan global bisa dimulai dengan kolaborasi atau kerjasama dengan ilmuwan-ilmuwan yang baik di luar negeri, sehingga bisa terangkat secara cepat dan bisa bersaing di ranah global.

Ketiga, kolaborasi dengan user atau pengguna dari ilmu pengetahuan. Misalnya adalah industri, perusahaan, dan masyarakat yang menuntut jawaban-jawaban atas persoalan yang mereka hadapi seperti persoalan teknologi pangan, teknologi pertanian, dan lain sebagainya.

Keempat, mendukung dan menciptakan talenta maupun aktivis dalam dunia ilmu pengetahuan. Bagi Muhammadiyah, kata Najib, bukan hanya melakukan pengkaderan dalam bidang politik untuk kader-kadernya, tapi juga pengkaderan untuk menjadi ilmuwan ataupun akademisi.

Peneliti Senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ini menyebut bahwa empat hal yang ia sebutkan diatas perlu dilakukan oleh Muhammadiyah jika ingin mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bisa bersaing bukan hanya di tingkat nasional, tapi juga di tingkat global.

Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Ciputat, Jakarta, periode 1996-1998 ini berpesan kepada Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) supaya tidak terbuai dengan keyakinan bahwa kesuksesan akan berhasil dicapai jika menempati posisi di ‘Senayan’.

Sebab ada alternatif lain yakni melalui dedikasi menjadi ilmuwan. Sebagai ilmuwan bukan hanya sukses dalam urusan materi, melainkan memberikan kepuasan.

“Politisi atau menjadi bisnisman atau pengusaha itu bukan hanya yang perlu dikejar oleh teman-teman AMM, ada banyak alternatif lain untuk menjadi diantaranya ilmuwan, akademisi yang sungguh-sungguh, betul-betul berdedikasi, dan fokus di dalam pekerjaan tersebut. Dan itu menjadi penopang peradaban umat Islam di Indonesia dan dunia,” tandasnya.***(Muhammadiyah.or.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *