Islampedia

Empat Pesan Hikmah Sekretaris Umum Muhammadiyah Menghadapi Tahun Baru 2024

×

Empat Pesan Hikmah Sekretaris Umum Muhammadiyah Menghadapi Tahun Baru 2024

Sebarkan artikel ini
Foto: muhammadiyah.or.id.

BANDUNGMU.COM, Wonosobo — Setelah pesan optimis dan pandangan positif menghadapi 2024, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Abdul Mu’ti juga pesan tiga hal kepada warga Muhammadiyah pada awal 2024 ini.

Dalam acara Refleksi Akhir Tahun Muhammadiyah yang diadakan di Kalijajar Wonosobo pada Senin (01/01/2024) itu Mu’ti menjelaskan supaya refleksi akhir tahun digunakan untuk mengubah dan menata pandangan terhadap kehidupan.

“Mari kita optimis, mari kita berpandangan yang positif bahwa hari depan itu harus lebih baik daripada hari ini itu penting,” ungkapnya seperti dikutip dari muhammadiyah.or.id.

Baca Juga:  Shalawat Menurut Tarjih Muhammadiyah

Pesan kedua Mu’ti adalah soal politik. Perbedaan pilihan seharusnya disikapi dengan biasa saja. Selain itu, peristiwa politik lima tahunan ini juga harus disikapi dengan suka cita dan gembira.

“Beda-beda pilihan itu biasa. Jangan karena beda pilihan kita bercerai-berai antara satu dengan yang lainnya monggo kita jaga toleransi, kita jaga kerukunan,” imbuhnya.

Pesan ketiga soal pilihan legislatif soal Pilpres. Warga persyarikatan diminta supaya tidak golput dan untuk pilihan legislatif sekali lagi partainya apa saja terserah usahakan kita memilih yang dari warga persyarikatan Muhammadiyah sendiri.

Baca Juga:  Gunakan E-Voting, Inilah 39 Calon Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat

“Dengan cara seperti itu mudah-mudahan kita bisa punya makin banyak wakil di lembaga legislatif, baik di tingkat pusat di tingkat provinsi maupun di tingkat kabupaten-kota,” harap Mu’ti.

Pesan terakhir atau keempat yaitu tentang kalender atau soal waktu. Untuk urusan muamalah menurutnya tidak salah juga jika menggunakan kalender miladiyah. Namun, ketika untuk urusan ibadah Mu’ti berpesan supaya menggunakan kalender hijriyah.

“Saya kira demikian yang dapat kami sampaikan mohon maaf jika ada kekurangan kekhilafan dan tutur kata yang tidak berkenan saya akhiri,” tutup Mu’ti.

Baca Juga:  Pandangan Muhammadiyah Soal Takhayul dan Khurafat

Sebagai tambahan informasi, Musyawarah Nasional (Munas) ke-32 Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah akan diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) pada Februari tahun ini. Salah satu materi pokok dalam Munas satu abad itu akan membahas tentang kalender islam global.***