UMBandung
Edukasi

Jadi Pusat Wisata Religi, Ini Keistimewaan Masjid Raya Al-Jabbar Kota Bandung

×

Jadi Pusat Wisata Religi, Ini Keistimewaan Masjid Raya Al-Jabbar Kota Bandung

Sebarkan artikel ini
Masjid Raya Al-Jabbar (Foto: aljabbar.jabarprov.go.id)

BANDUNGMU.COM, Bandung — Masjid Raya Al-Jabbar yang terletak di Jalan Cimincrang Nomor 14, Cimincrang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat, 40292, hingga detik ini menjadi masjid ikonik dan tujuan wisata religi masyarakat Jawa Barat.

Masjid megah yang diarsiteki oleh Ridwan Kamil ini memiliki beberapa keistimewaan.

Apa saja? Misalnya punya arsitektur ikonik, masjid terapung, empat menara, ruang salat monumental, museum, tata cahaya, pusat edukasi, dan rekreasi edukasi.

Mengutip laman aljabbar.jabarprov.go.id, berikut adalah keistimewan Masjid Raya Al-Jabbar.

Arsitektur ikonik

Arsitektur Masjid Raya Al-Jabbar berbeda dari arsitektur masjid yang biasa ditemukan sehari-hari. Bentuknya seperti setengah bola raksasa yang berukuran 99 x 99 meter dengan tinggi 40 meter.

Dengan bentuk yang sama dan konsisten dari sisi mana pun membuat arsitektur masjid yang sangat megah ini ikonik. Istimewanya lagi, masjid ini berdiri tanpa satu pun kolom penyangga.

Masjid terapung

Apabila dilihat dari kejauhan, bangunan masjid ini akan tampak terapung di atas air. Namun, faktanya masjid ini dibangun dengan air yang mengelilinginya di empat sisi.

Pantulan bentuk masjid yang sempurna di air danau pun semakin mendukung kesan terapung yang dihadirkan di Masjid Raya Al-Jabbar sehingga semakin indah.

Empat menara

Tidak lengkap rasanya jika sebuah masjid tidak memiliki menara yang mendampinginya. Bangunan Masjid Raya Al-Jabbar dikelilingi oleh empat menara yang menjulang setinggi 99 meter.

Baca Juga:  Inilah 6 Lagu “Bandung” dari Masa ke Masa, Nomor 6 Bersejarah Banget!

Selubung yang membungkus menara ini membuatnya terlihat seperti tiang dengan tekukan-tekukan. Menariknya lagi, warna biru, kuning, dan ungu di menara bisa menyala di malam hari.

Ruang salat monumental

Besar dan tingginya ruang salat, ditambah lagi tidak ada kolom-kolom yang menghalangi, membuat ruangan menjadi monumental. Ketika memasuki ruangan, jamaah akan merasa sangat kecil.

Terlebih dengan adanya lafaz Allah yang berukuran besar tepat di atas kepala. Kehadirannya semakin meyakinkan jamaah akan kebesaran Allah SWT yang segala rahmat-Nya tidak akan berhenti untuk diberikan kepada tiap hamba-Nya.

Ekspresikan 27 kabupaten/kota Jawa Barat

Sebagai masjid milik warga Jawa Barat, area salat dikelilingi oleh 27 relung yang merepresentasikan jumlah kota dan kabupaten di Jawa Barat.

Tiap relung akan mewakili setiap kota dan kabupaten melalui motif batiknya yang dibuat dari pelat tembaga dan dipahat secara manual oleh para perajin lokal.

Melibatkan perajin lokal

Masjid Raya Al-Jabbar dipenuhi dengan beragam karya seni dari berbagai bahan. Pembuatan kerajinan tangan tersebut melibatkan ratusan perajin lokal.

Ada mozaik untuk paviliun wudu dan di bawah lantai mezanin, lampu gentur di bawah mezanin, kerajinan tembaga di relung, kaca patri untuk koridor, kuningan di bagian railing dan mihrab, kayu jati untuk railing dan rak Al-Quran, dan standing AC.

Baca Juga:  Inilah 11 Ungkapan Bahasa Indonesia dari Kata "Dada"

Dilengkapi galeri

Selain sebagai tempat ibadah, di bawah lantai salat Masjid Raya Al-Jabbar juga akan menyuguhkan museum Rasulullah SAW dan sejarah Islam di Jawa Barat dengan penggunaan teknologi digital.

Tata cahaya berganti warna

Pesona Masjid Raya Al-Jabbar tidak akan ada kata selesai untuk dinikmati. Apalagi jika berkesempatan untuk menikmati suasananya pada malam hari.

Koridor masjid mulai memancarkan warna kekuningan. Lalu, tengoklah bangunan utama dan menaranya.

Lampu-lampu juga mulai menyala dan tunggu hingga kamu akan bisa melihatnya berganti warna. Jangan ketinggalan pula, mendongaklah untuk melihat makara di atas bangunan, dia juga akan terus berganti warna!

Pusat edukasi dan rekreasi religi

Dengan keragaman fasilitas menarik yang akan disediakan, Masjid Raya Al-Jabbar dirancang untuk menjadi pusat edukasi dan rekreasi religi baru bagi masyarakat.

Selain museum yang menampilkan sejarah Rasulullah SAW dari lahir hingga wafat dan sejarah Islam di Jawa Barat, masjid juga menyediakan perpustakaan. Taman di luar area salat juga bisa menjadi sarana edukasi untuk anak-anak.

Lantai mezzanine

Lantai yang berada di atas area salat utama ini dikhususkan untuk area salat jemaah perempuan. Dengan pemandangan yang berbeda, abadikan momen dengan latar lafaz Allah SWT dan interior masjid yang indah.

Baca Juga:  Top! PWM Jabar Rilis Logo Musywil Bertema Ikon Batik Cirebon

Relung

Sebelum meninggalkan area salat, berhentilah di tiap relung. Relung ini berjumlah 27 buah yang merepresentasikan 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat. Tiap guratan dalam relung merupakan karya ratusan pengrajin dari Boyolali yang dikerjakan manual.

Sculpture Al-Jabbar

Siapa sangka bahwa karya seni yang menyambut kita di area depan adalah lafaz Al-Jabbar yang dipelintir? Inilah karya salah satu seniman asal Bandung. Berlatarkan patung Al-Jabbar sekaligus bangunan masjid secara utuh, ini bisa spot foto terbaik.

Minaret

Empat minaret yang berada di sudut-sudut masjid didesain dengan kulit. Kulit minaret dihiasi dengan warna-warna yang senada dengan kaca bangunan masjid.

Makara

Bagian puncak masjid didesain dengan elemen tusuk sate seperti yang terdapat pada Kantor Gubernur Jawa Barat. Lima bola pada tusuk sate melambangkan lima rukun Islam.

Royal crown

Royal crown berada di puncak plafon area salat masjid. “Mahkota” ini berupa kaligrafi lafaz “Allah” yang berukuran sangat besar dan menggantung ke bawah.

Kaca warna warni

Kulit masjid dibuat dari kaca warna-warni: biru, kuning, dan ungu. Cahaya matahari yang menembus kaca memberikan pemandangan yang menarik di dalam lantai ruang salat.

_____

Sumber: aljabbar.jabarprov.go.id

Editor: FA

Seedbacklink