Opini

Fakta di Balik Anggapan Orang Kurus Jarang Makan

×

Fakta di Balik Anggapan Orang Kurus Jarang Makan

Sebarkan artikel ini
Sumber: Google

Banyak orang merasa sudah makan teratur, menambah porsi, bahkan sering ngemil, tetapi tubuh tetap terlihat kurus. Fenomena ini sering memicu anggapan keliru bahwa orang kurus pasti kurang makan atau menjalani diet ekstrem. Padahal, pakar kesehatan menegaskan bahwa kondisi ini bisa dipengaruhi faktor biologis, metabolisme, dan genetik.

Situasi serupa banyak dialami mahasiswa dan pekerja muda. Beberapa dari mereka mengaku makan tiga kali sehari dan tetap tidak mengalami kenaikan berat badan. Fenomena ini bukan hal baru. Kompas.com mencatat bahwa sejak 1933, ilmuwan sudah meneliti individu yang makan banyak tetapi tetap kurus.

Salah satu penelitian penting pada 1990 menunjukkan hasil yang menarik. Peserta penelitian diberi jumlah kalori yang sama, tetapi kenaikan berat badan mereka berbeda jauh. Ada yang naik mendekati 14 kilogram, sementara yang lain hanya 4,5 kilogram. Temuan ini memperkuat peran genetik dalam mengatur komposisi tubuh.

Baca Juga:  Efek KB Oral Pada Kesehatan Wanita

Studi lain menemukan bahwa sebagian orang alami memiliki tubuh kurus yang lebih “kebal” terhadap kenaikan berat badan, terutama dari makanan berlemak. Kalaupun berat badan naik, bobot tersebut cenderung cepat turun ketika mereka kembali ke pola makan normal.

Faktor lain yang memengaruhi adalah sistem pencernaan. Pada beberapa individu, tubuh tidak menyerap seluruh kalori dari makanan, sehingga energi yang masuk tidak semuanya tersimpan sebagai lemak. Kondisi ini tidak berbahaya selama kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi.

Baca Juga:  Tok! Presiden Jokowi Resmi Mencabut Kebijakan PPKM

Setiap tubuh bekerja dengan caranya sendiri. Karena itu, orang kurus tidak selalu berarti jarang makan. Lebih penting untuk menghargai perbedaan metabolisme tubuh dan fokus pada pola hidup yang sehat, bukan penampilan luar.***(IK22/Syifa)