Habitat Burung Kuntul Kerbau dan Blekok Sawah Yang Makin Terdesak

oleh -
Seekor Blekok Sawah sedang beristirahat di atas batu dan mengamati predator yang ingin memangsanya (Foto: Wikipedia).

BANDUNGMU.COM, Bandung — Kalau Anda orang Bandung timur pasti sering melihat kawanan burung blekok sedang mencari ikan-ikan kecil di sawah. Khususnya di wilayah sekitar Cinambo atau Gedebage. Tepatnya di Kampung Rancabayawak.

Kampung Ranca Bayawak atau orang mengenal sebagai “Kampung Blekok”. Wilayah ini punya luasan sekitar 2,17 hektare dengan sekelilingnya adalah areal persawahan.

Saat ini area sekitar tersebut mulai dibangun sarana prasana permukiman perkotaan. Rancabayawak adalah suatu kampung yang berada di wilayah administrasi RW 02 Kelurahan Cisaranten Kidul, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat.

Penyebutan “Kampung Blekok” tersebut tidak bisa dipisahkan dengan keberadaan burung kuntul kerbau (bubulcus ibis) dan blekok sawah (ardeola speciosa) yang sejak 1995 telah hidup di kampung tersebut.

Berkah bagi warga

Jumlah Kuntul Kerbau yang diamati di Kampung Ranca Bayawak diperkirakan 800 individu (Bicons UNPAD, 2011, jumlah individu Kuntul Kerbau adalah berkisar antara 658 – 786 individu).

Sarang-sarang burung tersebut keberadaanya di atas rumpun bambu yang terletak berdekatan dengan permukiman, kolam ikan, kandang ternak, dan masjid.

Baca Juga:  Presiden Joko Widodo: Muhammadiyah Terdepan Bantu Pemerintah Atasi Wabah

Menurut warga, kelompok burung-burung tersebut tidak terganggu dengan aktivitas manusia di kampung Rancabayawak. Dari tahun ke tahun, semakin banyak orang yang tahu tentang keberadaan populasi burung ini di Rancabayawak sehingga menarik minat mereka untuk berkunjung langsung ke lokasi.

Burung kuntul kerbau dan burung blekok sawah saat hendak kembali ke sarang yang ada di atas rumpun bambu. *** (Dok ksdae.menlhk.go.id).

Atraksi yang sangat diminati pengunjung adalah pada sore hari menjelang matahari terbenam. Pasalnya saat itu burung-burung kuntul kerbau datang dari berbagai penjuru untuk kembali bersarang dan beristirahat di rumpun bambu.

Ramainya pengunjung, membawa berkah tersendiri bagi warga Rancabayawak, pengunjung yang datang disuguhi dengan kuliner khas yaitu telur asin, cobek cau manggala, opor jantung cau, dan pais ikan mas kurusuk.

Tiga jenis makanan terakhir ini sudah jarang ditemukan di kota-kota besar. Oleh karena itu, keberadaannya menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengamat burung yang datang berkunjung ke sana.

Baca Juga:  Kang Oded Ajak Generasi Z Jawab Tantangan Masa Depan

Saat ini warga dapat menawarkan “paket makan” bagi rombongan pengunjung sebagai “tiket” masuk ke Rancabayawak. Apabila hal ini dapat dikelola dengan baik, pasti akan memberikan pengaruh positif bagi pendapatan masyarakat Rancabayawak.

Semakin terdesak

Sekarang keberadaan habitat burung kuntul kerbau dan blekok sawah di “Kampung Blekok” semakin terdesak. Mereka terdampak pembangunan kawasan perumahan oleh salah satu pengembang properti besar di sekitar Rancabayawak.

Pembangunan perumahan tersebut sudah pada tahap pengurugan dan perataan. Area perumahan ini akan berbatasan dengan Rancabayawak dengan pembatas berupa pagar beton.

Pemagaran ini akan kembali memusnahkan beberapa rumpun bambu dan kolam tempat ikan. Hal itu otomatis akan mengurangi tempat bersarang burung kuntul kerbau.

Kecemasan ini dirasakan oleh masyarakat Rancabayawak demikian juga berbagai Ormas pemerhati satwa menaruh perhatian serius terhadap keberadaan populasi burung kuntul kerbau dan burung blekok sawah.

Atas kekhawatiran tersebut, telah dilakukan mediasi antara warga dan pihak pengembang Bandung Teknopolis untuk mengupayakan konservasi terhadap keberadaan habitat dari kedua jenis burung ini.

Baca Juga:  Pelaksanaan PTMT Kota Bandung Sudah Sangat Baik

Hasil dari mediasi tersebut, berdasarkan informasi dari aparat pemerintahan setempat, bahwa pihak pengembang properti mendukung upaya konservasi burung tersebut dengan rencana membangun beberapa danau yang bisa berfungsi ganda.

Danau tersebut akan berfungsi sebagai kolam retensi atau sumur resapan raksasa. Selain itu, berfungsi juga sebagai tempat kedua burung ini mencari makan dengan keberadaan ikan-ikan di dalam kolam.

Ciri-ciri

Blekok sawah memiliki tubuh berukuran kecil (45 cm). Berbiak: kepala, dada kuning tua. Punggung nyaris hitam. Tubuh bagian atas lainnya cokelat bercoret-coret. Tubuh bagian bawah putih. Saat terbang sayap terlihat sangat kontras dengan punggung yang hitam.

Tak berbiak dan remaja: cokelat bercoret-coret. Iris kuning, paruh kuning, ujung paruh hitam, kaki hijau buram. Hidup sendiri atau dalam kelompok tersebar. Berdiri diam dengan posisi tubuh rendah, kepala ditarik, menunggu mangsa.

Setiap sore terbang menuju tempat istirahat, dengan kepakan perlahan, berpasangan atau bertiga. Bersarang dalam koloni bersama burung air lain.

Sarang dari tumpukan ranting pada dahan atau cabang berdaun di pohon di atas air. Telur berwarna hijau biru pucat, jumlah 2-3 butir. Berbiak bulan Desember-Mei, Januari-Agustus.***

______

Sumber: diolah ksdae.menlhk.go.id

Editor: FA