Hebat! Arif Nurrakhman, Kader Muhammadiyah Dipercaya Jadi Pimpinan Baznas Kota Bandung

oleh -
Arif Nurakhman (kedua dari kiri) sesaat setelah pelantikannya sebagai salah satu pimpinan Baznas Kota Bandung beberapa waktu lalu (Foto: Dok. Arif Nurakhman).

BANDUNGMU.COM – Dikutip dari laman resmi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bandung, lima pimpinan Baznas Kota Bandung periode 2021-2026 telah resmi dilantik oleh Walikota Bandung Oded M. Danial di Aula Masjid Agung Al-Ukhuwwah Kota Bandung beberapa waktu yang lalu.

Pimpinan Baznas Kota Bandung yang baru dilantik tersebut adalah Akhmad Roziqin sebagai Ketua Baznas Kota Bandung, Arif Nurakhman sebagai Wakil Ketua Bidang Pengumpulan, dan Irfan Farid Taufik sebagai Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan.

Kemudian ada Dudit Setiadi sebagai Wakil Ketua Bidang Perencanaan, Keuangan, serta Pelaporan, Arif Ramdani, sebagai Wakil Ketua Bidang Sumber Daya Manusia, Administrasi, dan Umum.

Salah satu pimpinan Baznas Kota Bandung yang juga kader Muhammadiyah, Arif Nurrakhman, merasa penyamatan jabatan tersebut menjadi sebuah amanah yang berat.

”Menjadi pimpinan Baznas pada hakikatya adalah amanah yang berat karena berurusan dengan masalah kesejahteraan orang banyak. Zakat adalah ibadah yang langsung diatur oleh Allah dalam Alquran untuk membangun ekonomi umat,” kata Arif kepada redaksi Bandungmu, Senin 29 Maret 2021.

Menurut Magister Manajemen yang berdomisili di Jalan Mekar No. 18 Kota Bandung ini, dalam tata pengelolaan masalah zakat diperlukan sebuah keterampilan dan profesionalisme yang baik.

”Selain karena langsung diatur Alquran, pengelolaan zakat juga diatur secara hukum positif yang memiliki implikasi pada aspek hukum pidana,” ucap Arif yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bandung periode 2015-2020.

Sebelum dipercaya mengemban amanah di Baznas Kota Bandung, Arif yang juga pernah aktif di Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bandung, diketahui sudah kenyang pengalaman di organisasi Muhammadiyah.

”Saya sepuluh tahun merintis Lazismu di Kota Bandung, yang selanjutnya dipercaya membangun Lazismu se-Jawa barat, juga selalu dilibatkan dalam proses penataan di pusat,” tutur Arif.

”Pengalaman tersebut tentu sangat berpengaruh positif dan itu pula yang menjadi alasan PDM Kota Bandung mendorong saya untuk menjadi pimpinan Baznas Kota Bandung sebagai bentuk partisipasi Muhammadiyah membangun ekonomi umat,” tegas pria kelahiran Bandung 24 Mei 1979 ini.

Selain itu, Arif juga mengatakan bahwa seluruh pengalaman berkiprah di Muhammadiyah akan sangat membantunya dalam menjalankan manajemen Baznas Kota Bandung.

Reporter: Firman Katon

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *