PMB UMbandung
News

Hidup Muhammadiyah Harus Terlibat dan Dirasakan Masyarakat

×

Hidup Muhammadiyah Harus Terlibat dan Dirasakan Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Foto: muhammadiyahbogor.or.id.
PMB UMBandung

BANDUNGMU.COM, Bogor – Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat Jamjam Erawan hadir dalam rangkaian Rapat Kerja I Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Bogor di Highland Park Resort, Curug Nangka, Tamansari, Kabupaten Bogor, Jaw Barat.

Rapat Kerja I yang dihadiri oleh jajaran Pimpinan hingga Unsur Pembantu Pimpinan (UPP) terdiri atas ketua, sekretaris, serta anggota majelis dan lembaga sebanyak 100 orang.

Beberapa agenda di antaranya serah terima jabatan PDM periode 2015-2022 kepada PDM periode 2022-2027, pengukuhan struktur pengurus PDM Kabupaten Bogor periode 2022-2027, dan penyusunan program kerja UPP selama satu periode.

Baca Juga:  Kawasan Wisata Legendaris Rindu Alam akan Dihidupkan

Jamjam dijadwalkan memberikan pembinaan dan pembekalan untuk UPP PDM Kabupaten Bogor periode 2022-2027.

“Bapak dan Ibu hari ini hadir sebagai UPP di PDM Kabupaten Bogor periode 2022-2027 adalah karena pilihan dari Allah SWT. Maka harus kita pahami bahwa tugas dan tanggung jawab kita akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah,” imbau Jamjam seperti dikutip dari muhammadiyahbogor.or.id pada Senin (03/07/2023).

Sebagaimana poin kedua Muqoddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah, hidup Muhammadiyah harus bermasyarakat.

Hal tersebut harus tercermin pada diri semua pimpinan sampai ke warga Muhammadiyah sehingga keberadaan Muhammadiyah di masyarakat senantiasa dirasakan.

Baca Juga:  Timsel Anggota KPU Jabar Dorong Keterlibatan Perempuan Dalam Politik

“Seperti aktif di musala, masjid, dan lingkungan tempat tinggal adalah tantangan bagi kita untuk mampu menjadi teladan yang baik,” ungkap Jamjam.

Al-Quran sebagai pedoman hidup bagi umat manusia, harus dimuliakan oleh kita selaku umat Islam. Memuliakan Al-Quran dalam berkehidupan sehari-hari harus melekat dengan diri kita.

Termasuk intensitas kita membaca, memahami, dan mengimplementasikan ayat-ayat Al-Quran. “Berapa lembar Al-Quran yang kita baca dalam sehari? Sejauh mana kita memahami isi Al-Quran?” tanya Jamjam.

Baca Juga:  Kenalkan Budaya Daerah, Prodi Ilmu Komunikasi Sukses Gelar Aksara Priangan

Tentu pertanyaan tersebut menjadi renungan bagi pribadi warga Muhammadiyah. Jika jarang bahkan jauh dengan Al-Quran, kata Jamjam, segeralah kembali mendekat dan selalu bersama Al-Quran sebagai mana implementasi Risalah Islam Berkemajuan.***

___

Sumber: muhammadiyahbogor.or.id

Editor: FA

PMB UMBandung