PMB UMbandung
News

Inalilaahi! Sebanyak 3.000 Roket Israel Hujani Gaza, 181 Warga Palestina Tewas

×

Inalilaahi! Sebanyak 3.000 Roket Israel Hujani Gaza, 181 Warga Palestina Tewas

Sebarkan artikel ini
Situasi Jalur Gaza, Palestina, saat dihujani roket-roket Israel. (Foto: AP/Khalil Hamra).
PMB UMBandung

BANDUNGMU.COM – Dikutip dari CNN Indonesia, ketegangan di Jalur Gaza, Jerusalem semakin memanas. Dalam serangan yang kini telah memasuki hari ketujuh tersebut angkatan udara Israel kembali melancarkan serangan udara ke ke Gaza pada Minggu (16/5) waktu setempat.

Dalam serangan ini sedikitnya 33 warga Palestina, termasuk 13 di antaranya anak-anak. Namun, juru bicara militer Israel mengatakan pihaknya masih akan memeriksa laporan tersebut.

Menurut pejabat kesehatan di Gaza, pasukan militer Israel menembakkan roket ke rumah-rumah warga yang berada di pusat Kota Gaza pada tengah malam.

Laporan Reuters, akibat serangan tersebut, korban tewas di Gaza melonjak menjadi 181 jiwa termasuk 52 diantaranya adalah anak-anak. Jumlah ini merupakan akumulasi dari hasil pertempuran di jalur Gaza yang meletus sejak Senin lalu.

Di sisi lain, sedikitnya 10 orang Israel termasuk dua anak-anak tewas dalam serangan roket yang dilakukan oleh Hamas dan kelompok militan lain.

Baca Juga:  Kutuk Agresi Militer Penjajah Israel, Ratusan Kampus Muhammadiyah Serentak Gelar Aksi Bela Palestina

Mengutip dari AFP pada Minggu (16/5), tentara Israel mengatakan bahwa tak kurang dari 3.000 roket ditembakkan dari Gaza yang dikuasai Hamas ke pemukiman warga di Israel sejak konflik tujuh hari lalu.

“Hamas telah melakukan serangan yang sangat intens dalam hal serangan udara,” ujar Komandan Komando Regional Angkatan Bersenjata Israel (IDF), Mayor Jenderal Ori Gordin, mengutip dari AFP.

PBB serukan hentikan perang

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Minggu memohon segera diakhirinya kekerasan mematikan Israel-Palestina.

Peringatan itu dilontarkan dalam pertemuan Dewan Keamanan. Ia khawatir bahwa pertempuran itu dapat menjerumuskan kawasan itu ke dalam krisis “parah”.

“Pertempuran harus dihentikan. Itu harus segera dihentikan,” kata Guterres ketika ia membuka sesi Dewan Keamanan yang ditunda oleh sekutu Israel, Amerika Serikat, Minggu (17/5).

Baca Juga:  Penjelasan Ahli Soal Perbedaan Zionis dan Yahudi

Ia pun menyebut kekerasan yang telah menewaskan hampir 200 orang selama seminggu terakhir “sangat mengerikan.”

“Perang ini berpotensi untuk membuat krisis keamanan dan kemanusiaan yang tak tertahankan dan menumbuhkan ekstremisme, tidak hanya di wilayah Palestina yang diduduki dan Israel, tetapi di kawasan secara keseluruhan,” katanya seperti dikutip AFP.

Guterres mengutuk kekerasan yang terjadi pada Minggu dan menewaskan 40 warga Palestina, korban tewas terburuk sejak kerusuhan pecah.

“Siklus pertumpahan darah, teror, dan kehancuran yang tidak masuk akal ini harus segera dihentikan,” kata Guterres.

Dia juga memperbarui kritik terhadap serangan Israel pada hari Sabtu yang menghancurkan kantor Gaza dari dua outlet berita utama, Al-Jazeera dan Associated Press.

“Jurnalis harus diizinkan bekerja tanpa rasa takut dan kekerasan. Penghancuran kantor media di Gaza sangat memprihatinkan,” kata Guterres.

Baca Juga:  Kang Yana Imbau Orang Tua Jalin Komunikasi Intens dengan Anak

Israel melancarkan serangan udaranya setelah Hamas, gerakan militan Islam yang mengendalikan Gaza, mulai menembakkan roket sebagai tanggapan atas tindakan negara Yahudi itu di Yerusalem.

“Roket dan mortir di satu sisi dan pemboman udara dan artileri di sisi lain harus dihentikan. Saya mengimbau semua pihak untuk memperhatikan seruan ini,” kata Guterres.

Dia juga menyuarakan kekhawatiran atas kebangkitan gerakan ekstremis Yahudi yang mendorong pengusiran warga Palestina dari Yerusalem, ikut membantu memicu krisis.

“Di Israel, kekerasan oleh kelompok dan massa yang mirip main hakim sendiri telah menambah dimensi krisis yang sudah memburuk,” kata Guterres.

“Para pemimpin di semua sisi memiliki tanggung jawab untuk menahan retorika yang menghasut dan menenangkan ketegangan.”

PMB UMBandung