“Indonesia Raya” dan “Halo-Halo Bandung” Akan Berkumandang Setiap Hari di Kabupaten Bandung

oleh -
Bupati Bandung Dadang Supriatna (Dok. Humas)

BANDUNGMU.COM — Banyak cara untuk menjaga dan merawat semangat kebangsaan. Salah satunya dilakukan Bupati Bandung Dadang Supriatna yang mewajibkan institusi tempatnya berkantor untuk memperdengarkan lagu “Indonesia Raya” setiap pagi pukul 7.30 WIB saat masuk jam kerja. Sorenya, pada saat jam pulang kerja, wajib diperdengarkan lagu “Halo-Halo Bandung”.

Melalui Surat Instruksi Bupati No 1/ Tahun 2021 tentang Memutar dan Memperdengarkan Lagu Indonesia Raya dan Lagu Halo Halo Bandung, Dadang meminta kepada seluruh jajarannya mulai dari pimpinan vertikal, para Kepala Perangkat Daerah sampai para Camat dan Kepala Desa/Lurah untuk memutar dan memperdengarkan lagu Indonesia Raya satu stanza pada setiap pagi pukul 7.30 WIB saat jam masuk kerja dan Lagu Halo Halo Bandung pada pukul 16.00 WIB saat pulang kerja.

Baca Juga:  Melihat Sunrise dan Sunset Indah dari Taman Langit Pangalengan di Bandung

Sebelumnya, instruksi tersebut disampaikan saat bertindak sebagai Inspektur Upacara Bendera memperingati Hari Korpri ke-50, Hari Kesehatan Nasional ke -57, HUT PGRI ke 76, Hari Guru Nasional 2021 dan Hari Bhakti PU ke-76 di Lapangan Upakarti, Soreang, Senin (29/11/2021).

Menurut Kang DS, panggilan akrab Bupati Bandung itu, secara bertahap Lagu Indonesia Raya dan Halo Halo Bandung itu juga akan diberlakukan di seluruh sekolah sebelum memulai kegiatan belajar mengajar, dan bahkan di pusat-pusat pembelanjaan seperti pasar.

Dengan instruksi pemberlakuan itu, Kang DS berharap, spirit kebangsaan yang mulai banyak dipersoalkan belakangan ini bisa tetap terjaga dan terawat dengan baik. Meskipun, memperdengarkan lagu “Indonesia Raya” setiap pagi bukan merupakan satu-satunya resep dalam merespon potensi ancaman lunturnya semangat kebangsaan.

“Minimal, dengan selalu mendengar lagu ‘Indonesia Raya’ setiap pagi, ada perasaan dan semangat yang terpancar dari pesan lagu wajib nasional itu untuk selalu cinta tanah air dan makin merasa memiliki negeri ini. Bahwa negara yang subur makmur dengan sumber daya alamnya yang melimpah itu dulu pernah dipertahankan dengan nyawa, darah dan air mata melalui semangat kebersamaan,” tegasnya kepada pers di Bandung (30/11), seperti dikutip dari Balebandung.com.

Baca Juga:  Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1442 H Jatuh pada Kamis 13 Mei 2021

Begitu pun, kata Kang DS, dengan lagu “Halo-Halo Bandung” yang memiliki sejarah khusus buat warga Bandung karena ada peristiwa yang sangat heroik dalam merebut dan mempertahankan negeri ini dari penjajah.

“Ada semangat juang disitu. Ada spirit untuk menjaga Tanah Air. dan Ada spirit juga merawat kebangsaan dan kebersamaan,” tandasnya.

Kang DS mengingatkan, ditengah berbagai upaya pemerintah dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi yang sedang sungguh-sungguh membangun bangsa ini, kita tak boleh lengah.

Baca Juga:  Sekolah Tatap Muka di Kabupaten Bandung Digelar 6 September

“Jangan berpikir bahwa kita sedang baik-baik saja. Ada berbagai potensi ancaman disintegrasi yang bisa mengoyak semangat kebangsaan,”ungkapnya.

Dalam kontek itulah, Kang DS merasa punya tanggung jawab moral dan konstitusional untuk menjaga semangat kebangsaan ini agar tidak luntur.

“Ya, setidaknya lagu ‘Indonesia Raya’ dan ‘Halo-Halo Bandung’ itu mengingatkan bahwa kita punya Tanah Air yang harus dijaga, punya Merah Putih dan Aneka Keragaman yang juga harus dirawat dengan baik,” tandasnya.

Menurut Kang DS, idealnya, ketentuan memperdengarkan Lagu Indonesia Raya, khususnya, di kantor kantor pemerintahan, bahkan swasta setiap pagi itu juga berlaku secara nasional. Sehingga, gema dan gaungnya lebih terasa.***(Balebandung.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *