Inilah Bekal Jadi Pengusaha dari Tiga Mahasiswa Bioteknologi UMBandung

oleh -
Risma Nurjanah, satu di antara tiga mahasiswa yang berbagi cerita dalam kuliah perdana Program Studi Bioteknologi UMBandung, Jumat (15/10/2021) lalu.

BANDUNGMU.COM – Salah satu modal untuk menjadi seorang pembisnis itu harus punya pemikiran out of the box atau berbeda dari yang lain agar usaha yang dimiliki akan terus berkembang.

Demikian dikatakan salah satu mahasiswa Bioteknologi UMBandung Risma Nurjanah saat berbagi cerita dalam kuliah perdana bertema ”Biotechnopreneurship: dari Kelas Menjadi Biotechnopreneur Sejati” yang digelar pada pertemuan perdana mata kuliah Technopreneurship Program Studi Bioteknologi Universitas Muhammadiyah Bandung (UMBandung).

”Jadi, sesuatu hal yang hebat itu menurutku didapat dari ide yang memang out of the box atau pemikiran yang enggak biasa, berbeda dari yang lain,” ucap Risma, Jumat (15/10/2021).

Ide dan tindakan

Dalam materi “Tips Menggali Ide Bisnis di Bidang Bioteknologi”, Risma menekankan bahwa ide yang sudah didapat pun perlu ditulis di atas kertas.

Tujuannya agar ide itu tidak mudah hilang dan kita lupakan begitu saja. Jadi, jika suatu hari nanti kita diberi kesempatan untuk mewujudkan ide tersebut kita akan mudah untuk memaparkannya karena telah kita catat sebelumnya.

“Seandainya kita menemukan ide yang sangat cemerlang, ide itu wajib dituliskan di kertas catatan soalnya nanti takutnya kita lupa,” jelas Risma.

Tidak sekadar dituliskan di kertas catatan, ketika sudah didapatkan, ide perlu ditindaklanjuti atau dijalankan agar ide tersebut tidak terbuang secara percuma.

”Kalau kita enggak pernah membuat tindakan setelah dapat ide, buat apa kayak gitu? Itu enggak akan menimbulkan impact apa pun terhadap cita-cita kita,” kata perempuan peraih juara 1 lomba PKM Call For Idea UMBandung tersebut.

Perencanaan yang matang

Hal yang kurang lebih sama juga diungkapkan Ridaresti Nursidra Salsabila. Mahasiswa Program Studi Bioteknologi UMBandung satu angkatan dengan Risma Nurjanah ini mengatakan ketika memulai suatu bisnis, perlu sebuah perencanaan matang agar usaha yang dijalankan bisa berjalan dengan baik.

”Selain supaya bisa berjalan dengan baik, strategi perencanaan (yang matang) juga berguna untuk hal lain, seperti menguatkan tujuan dan core bisnis yang tepat nantinya,” ujarnya.

Perempuan yang akrab dipanggil Resti ini mengatakan bahwa dalam perancangan pun tidak asal-asal. Namun, harus dibuat efektif agar membawa manfaat yang besar bagi para konsumen.

”Ketika rencana itu efektif, maka otomatis hal tersebut juga berguna untuk mengetahui langkah-langkah ke depannya dalam menghadapi persaingan yang kita jalankan,” tutur perempuan yang pernah masuk sepuluh besar Bussnies Plan Competition Uniska National Innovation Challange 2021.

Tiga prinsip

Pada waktu yang sama, mahasiswa Bioteknologi lainnya, Anisa Nurul Huda atau yang disapa Icha, memberikan motivasi bahwa setiap bisnis yang dibuat perlu dilakukan terlebih dahulu studi kelayakan.

”Jika kita hanya memiliki ide bisnis, aku rasa tidak akan menjamin usaha itu dapat berjalan dengan lancar, maka dari itu perlu adanya studi kelayakan bisnis untuk dijadikan acuan dalam perencanaan berbisnis,” terang Icha yang pernah menerima Hibah PKM – K Simbelmawa Kemdikbud TA 2021 itu.

Icha menjelaskan bahwa ada tiga prinsip yang perlu dipegang ketika seseorang ingin menjadi pengusaha, yaitu doa, usaha, ikhtiar dan sabar. Urusan ahkirnya mau berhasil atau tidak serahkan kepada Allah.

”Apa pun yang terjadi ketika kita mempunyai keinginan untuk melakukan suatu usaha maka jangan sekalipun patah semangat dan jika hasil dari usaha itu belum berhasil maka jangan mudah menyerah. Karena bagi saya kegagalan itu keberhasilan yang tertunda. Percayalah bahwa Allah itu Mahatahu apa yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan,” ujarnya.***(Firman Katon).

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *