Sainstek

Inilah Jawaban Ilmiah Kenapa Rasa Ubi Cilembu Manis

×

Inilah Jawaban Ilmiah Kenapa Rasa Ubi Cilembu Manis

Sebarkan artikel ini
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin

BANDUNGMU.COM – Misteri kenapa ubi cilembu manis akhirnya terungkap. Ubi jalar ini konon hanya tumbuh dengan baik jika ditanam di perkebunan Desa Cilembu, Sumedang, Jawa Barat.

Adalah Agustina Monalisa Tangapo, mahasiswa doktoral Institut Teknologi Bandung (ITB), yang berhasil mengungkap misteri tersebut. Melalui riset itu, Agustina juga berhasil meraih gelar doktor di Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati ITB.

Risetnya tentang mikroba yang membuat ubi cilembu punya kekhasan rasa manis. “Berdasarkan observasi dan fenomena yang ada, ubi Cilembu jika ditanam di tempat yang berbeda di luar Desa Cilembu, hasil kualitasnya berbeda khususnya dalam kualitas rasa manis,” katanya.

Baca Juga:  CP Wolff Schoemaker, Sang Arsitek Bangunan Ikonik di Bandung

Hasil risetnya menjadi disertasi berjudul “Dinamika Populasi Bakteri Rhizosfer dan Endofit Pada Budidaya Ubi Jalar Cilembu (Ipomoea batatas var. Cilembu) dan Peranannya Selama Proses Penyimpanan Pascapanen”. Dia meneliti dari aspek mikrobiologi, yaitu mikroba khususnya bakteri rizosfer dan endofit yang mengasumsikan spesifik dengan lokasi dimana Ubi Cilembu itu berasal.

Berdasarkan penelitiannya, ubi yang ditanam di luar lokasi Desa Cilembu kelimpahan dan keanekaragaman bakterinya berbeda. Bakteri itu salah satu yang bisa berpengaruh terhadap rasa manis. Selain itu faktor tanah juga ikut mempengaruhi.

Baca Juga:  UM Bandung Masuk 25 Kampus Terbaik di Bandung Versi Edurank 2024

Melalui penelitiannya itu diharapkan dapat bermanfaat bagi petani yang ingin membudidayakan ubi cilembu di luar Desa Cilembu. Misalnya dengan menghasilkan produk pupuk hayati yang berisi mikroba yang sama seperti membudidayakan ubi cilembu di tempat asalnya.

“Harapan ke depan, pendekatan yang saya lakukan ini bisa menjadi salah satu alternatif untuk ekstensifikasi budidaya ubi jalar Cilembu di luar desa asalnya, dengan tetap menghasilkan rasa manis yang sama ketika di tanam di tempat yang berbeda,” ujarnya.

Baca Juga:  Tokopedia, Platform eCommerce Favorit UMKM di Indonesia

Ubi jalar seperti ubi cilembu, termasuk alternatif sumber karbohidrat setelah padi, jagung, dan ubi kayu (singkong). Nilai ekonominya sangat tinggi, sehingga ke depannya dapat menjadi alternatif ketika ingin melakukan diversifikasi pangan.***(Tekno.tempo.co)