Menjadi Aktivis Muhammadiyah

oleh -

Ace Somantri – Dosen AIK Universitas Muhammadiyah Bandung

TIDAK terasa organisasi persyarikatan Muhammadiyah sudah 109 tahun mengabdi pada negeri. Tetesan keringat para aktivis Muhammadiyah sejak masa Kiai Ahmad Dahlan hingga saat ini tidak berhenti, terus sambung-menyambung mengalir untuk ibu pertiwi.

Aktivis Muhammadiyah terpatri dalam hati untuk menjadi generasi pengabdi bukan untuk pribadi. Muhammadiyah tegak berdiri menjulang tinggi, setiap berganti generasi penuh dinamika yang tidak bertepi. Itu menjadi indikasi sebuah organisasi penuh eksistensi dan prestasi.

Siapa pun mengakui sebagai aktivis Muhammadiyah harus punya sikap iri untuk berlomba dalam kebaikan, jangan hanya menjadi duri. Aktivis Muhammadiyah bukan karena memiliki jabatan tinggi di organisasi, melainkan senantiasa berkhidmat pada organisasi sepenuh hati. Apalagi hanya untuk unjuk gigi bahwa aku adalah penguasa organisasi.

Aktivis Muhammadiyah berbuat dan berjuang memperbaiki gerak laju organisasi, bukan mempertahankan diri di atas kursi.

Aktivis Muhammadiyah sejatinya banyak melibatkan diri mempersiapkan generasi pengganti yang memiliki kompetensi dan dedikasi tinggi. Periodisasi silih berganti harus menjadi tradisi organisasi, komunikasi antargenerasi tidak harus mendominasi, beri ruang akselerasi generasi, bukan hanya basa-basi.

Aktivis Muhammadiyah punya potensi, bukan gengsi. Muhammadiyah sebagai organisasi terbesar, termaju, dan terhebat hingga keluar negeri itu karena dedikasi serta prestasi. Kita boleh bangga diri menjadi aktivis Muhammadiyah, tetapi harus dibarengi dengan memberikan kontribusi, bukan sekadar duduk di kursi tidak mau diganti.

Prestasi demi prestasi diraih oleh organisasi sebuah catatan sejarah untuk generasi bahwa itu hasil perjuangan penuh dedikasi para aktivis Muhammadiyah sejati, bukan aktivis yang hanya bisanya menikmati. Aktivis Muhammadiyah generator organisasi akan terus berganti tiada henti. Dinamika dan eksistensi mewarnai Muhammadiyah seperti indahnya pelangi penuh warna-warni.

Muhammadiyah engkau pelangi dunia yang memiliki warna indah. Engkau memberi dan mengabdi pada negeri bukan hanya NKRI, melainkan engkau telah merambah ke berbagai negeri membawa cahaya untuk menyinari serta menerangi. Tidak ada sekat dan batas negeri, engkau matahari yang memberikan energi dunia tiada henti.

Selamat milad ke-109 Muhammadiyah!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *