Edukasi

Inilah Pembinaan Moderasi Beragama Untuk Generasi Muda Ala Ushuluddin

×

Inilah Pembinaan Moderasi Beragama Untuk Generasi Muda Ala Ushuluddin

Sebarkan artikel ini

BANDUNGMU.COM-Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung menggelar Pembinaan Moderasi Beragama untuk Dosen dan Tenaga Kependidikan bertajuk Pengenalan Moderasi Beragama Bagi Generasi Muda yang berlangsung di Hotel Fox Harrits Metro Trade Center (MTC), JUMAT, (22/4/2022) .

Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Bandung, Dr. Wahyudin Darmalaksana MA didampingi para Wakil Dekan membuka langsung acara tersebut. Dalam sambutannya Dekan menegaskan, wacana moderasi beragama merupakan domen civitas akademika Fakultas Ushuluddin. Karena itu Dekan berharap, para Dosen dan Tenaga Kependidikan, bahu-membahu dalam mewujudkan kehidupan beragama yang moderat untuk kemajuan bangsa Indonesia.

Sementara itu, Irfan Amalee yang menjadi narasumber dalam acara tersebut mengatakan, Moderasi beragama memiliki makna cara beragama jalan tengah atau moderat. Hal ini dilakukan untuk mencegah dan menghindari tindakan ekstrem atau berlebih-lebihan.

“Yang ditekankan adalah cara pemeluk agama dalam menjalankan agamanya, harus dimoderasi.Hal-hal yang terjadi di dunia ini perlu dilihat dari berbagai sisi, sehingga sudut pandang menjadi lebih luas dan komprehensif,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Irfan menyampaikan kepada generasi muda kiat-kiat dalam menumbuhkan sikap moderasi beragama, toleransi dan empati: ” Diawalai dengan Be active, kemudian meningkatkan critical thinking,” tandasnya.

Critical Thinking yang rendah, lanjutnya, menunjukkan rendahnya kemampuan seseorang untuk melihat segala sesuatu dari sisi yang lebih besar atau dari sisi lain suatu hal. Inti dari sikap berpikir kritis yaitu pengambilan keputusan yang tepat (a good decision making).

Menurut Irfan, Negara-negara di hampir seluruh belahan dunia sudah menerapkan konsep moderasi beragama. Permasalahan yang saat ini dihadapi salah satunya yaitu dengan bagaimana cara atau langkah untuk menumbuhkan budaya berpikir kritis untuk kalangan akademisi.

Mengingat saat ini budaya dan praktik berpikir kritis masih sangat rendah di kalangan para akademisi, sambung Irfan, perlu adanya bahasan terkait langkah konkrit Kerjasama antara Fakultas Ushuluddin dengan pihak ekstrenal atau rumah moderasi UIN Bandung dalam rangka mensukseskan praktik dan penyebarluasan konsep moderasi beragama.

“Akademisi seharusnya menjadi contoh dalam implementasi sikap berpikir kritis untuk masyarakat umum. Dengan demikian konsep Moderasi Beragama bisa diimplementasikan di masyarakat,” pungkasnya