Narasi bahwa kuliah tidak lagi penting semakin ramai, terutama setelah banyak anak muda sukses tanpa gelar sarjana. Media sosial kerap menampilkan kisah tersebut seolah kuliah hanya membuang waktu dan biaya. Padahal, realitasnya tidak sesederhana itu.
Kuliah memang bukan satu-satunya jalan menuju kesuksesan, tetapi pendidikan tinggi tetap memiliki peran penting. Kampus membentuk pola pikir kritis, memperluas jejaring, dan memberi dasar keilmuan. Banyak profesi juga masih mensyaratkan gelar akademik, sehingga kuliah tetap relevan bagi bidang tertentu.
Masalah muncul ketika kurikulum kampus tertinggal dari kebutuhan industri. Dunia kerja menuntut keterampilan praktis, sementara banyak lulusan minim pengalaman. Di sisi lain, biaya pendidikan yang terus naik membuat sebagian masyarakat meragukan nilai kuliah, apalagi ketika melihat figur sukses tanpa gelar.
Namun perlu diingat, keberhasilan tanpa kuliah adalah pengecualian, bukan aturan umum. Bagi sebagian besar orang, pendidikan tinggi masih menjadi investasi penting. Meski begitu, kampus harus berbenah dan mahasiswa harus aktif mengembangkan kemampuan di luar kelas.
Pada akhirnya, kuliah penting, tetapi tidak cukup. Pendidikan formal membuka pintu awal, sementara keterampilan dan karakter menentukan arah langkah selanjutnya. Kuliah bukan jaminan sukses, tetapi mengabaikannya juga bukan pilihan bijak.***(IK22/Furqon)
