PMB UMbandung
Edukasi

Mahasiswa Farmasi UM Bandung Raih Peringkat Tiga Olimpiade OFKI

×

Mahasiswa Farmasi UM Bandung Raih Peringkat Tiga Olimpiade OFKI

Sebarkan artikel ini
(Dari kiri) Tika Pratiwi, Dewi Sekar Anggraini, dan Hayatul Azizah.
PMB UMBandung

BANDUNGMU.COM, Bandung Tiga mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung) meraih peringkat ketiga kategori debat dalam Olimpiade Farmasi Klinik Indonesia (OFKI) 2021 yang diselenggarakan oleh Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran pada Sabtu (04/12/2021) kemarin.

Ketiga mahasiswa yang sudah menorehkan prestasi tersebut yaitu Tiara Pratiwi, Hayatul Azizah, dan Dewi Sekar Anggraini. Perlombaan diikuti 66 peserta yang terbagi dalam 22 tim dari perguruan tinggi negeri ataupun swasta seluruh Indonesia dengan waktu pendaftaran dibuka pada akhir November 2021.

Dihubungi terpisah, Tiara Pratiwi sebagai ketua kelompok mahasiswa dari Prodi Farmasi UM Bandung mengatakan pada perlombaan tersebut ada tahap seleksi Computer Based Test (CBT) selama 60 menit.

”Karena OFKI ini pendaftarannya harus per tim, maka nilai yang diambil untuk seleksi adalah nilai rata-rata tim. Saya dengan kedua rekan saya, Dewi Sekar Anggraini dan Hayatul Azizah, tidak menyangka sama sekali akan lolos, dan diberi kesempatan untuk maju ke babak final,” ucap Tiara Pratiwi via pesan singkat, Selasa (07/12/2021) siang.

Baca Juga:  Sembilan Mahasiswa UM Bandung Raih Pendanaan Program Talenta Inovasi Indonesia 2021

Setelah lulus tahap CBT, para peserta diwajibkan untuk mengikuti lomba debat mengenai farmasi klinik yang terdiri atas tiga sesi. ”Debat sendiri terdiri atas tiga sesi, yaitu sesi pertama babak penyisihan, sesi kedua semifinal, dan sesi ketiga perebutan juara tiga. Alhamdulillaah kami lolos dari ketiga babak itu,” ungkap Tiara Pratiwi.

Meskipun pengalaman pertama debat sempat menjadi kendala, Tiara Pratiwi dan rekan-rekan tidak menyangka perjuangannya berhasil meraih peringkat ketiga dalam kategori debat OFKI 2021.

”Semoga Farmasi UM Bandung bisa terus mengukir prestasi dalam bentuk apa pun dan bisa mengambil peran dalam meningkatkan kesehatan masyarakat,” pungkas mahasiswa Farmasi angkatan 2019 tersebut.

Persiapan matang

Senada dengan Tiara Pratiwi, mahasiswa Farmasi UM Bandung lain, Dewi Sekar Anggraini mengatakan, menghadapi mahasiswa dari perguruan tinggi yang sudah memilki nama, mereka tidak gentar. Mereka mempersiapkan diri sebaik mungkin dalam perlombaan tersebut.

Dewi sedikit menjelaskan terkait teknis debat. Dalam debat, setiap orang hanya diberikan waktu 5 menit untuk dapat beragumen dan diberikan waktu 10 detik untuk melakukan interupsi jika tidak setuju dengan apa yang dikatakan oleh lawan.

Baca Juga:  Pengajian Bakda Idulfitri PDM Garut Perkuat Ukhuwah dan Arah Dakwah Berkemajuan

Namun pada babak final, contoh kasus diberikan pada hari lomba dan diberi waktu 15 menit untuk mencari referensi. Kemudian pada akhir lomba, dilakukan penyampaian simpulan, yakni sama hanya diberikan waktu 5 menit.

”Meskipun waktu untuk mencari referensi materi lomba hanya sebentar sekitar 15 menit, tetapi kami sebisa mungkin harus siap apa pun tantangan yang ada di depan kami,” tutur Dewi.

Dirinya mengajak dan berpesan kepada rekan-rekan mahasiswa yang lain untuk tidak penah takut keluar dari zona nyaman untuk meraih mimpi setinggi mungkin.

”Semoga kalau ada kesempatan buat ikut lomba atau apa pun kegiatan yang bisa mengaharumkan nama kampus, kami bisa (ikut lomba lagi). Kita jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan yang ada dan jangan pernah puas untuk terus berkembang serta berproses,” imbuh Dewi.

Jadi bekal

Terkait raihan prestasi ini, dosen Farmasi UM Bandung Dr Dwintha Lestari SFarm Apt MSi mengatakan pihaknya cukup senang dan mengapresiasi kerja keras ketiganya.

Baca Juga:  Kaderisasi IPM Secara Daring, Tercapaikah Esensinya?

Ketiga mahasiswa tersebut, kata Dr. Dwintha, sangat antusias ketika berdiskusi dengan dosen saat bimbingan dalam menghadapi perlombaan.

”Mereka diberi berbagai macam pelatihan berupa contoh kasus dan mengingatkan untuk selalu menguatkan argumen dalam berdebat agar saat pelaksanaan perlombaan sudah ada bekal untuk menjawab,” ujar Dr Dwintha.

Dirinya merasa bangga akan prestasi yang diraih oleh mereka. Selain itu, Dr Dwintha menilai partisipasi mereka dalam lomba akan menjadi pengalaman berharga bagi mereka.

”Kami berharap semoga anak-anak lebih maju lagi, semangat kuliah ditingkatkan, dan tentunya bisa menjadi apoteker yang sukses di kemudian hari,” tandas Dr Dwintha.

Selain Dr Dwintha, ketiga mahasiswa Farmasi yang berhasil menorehkan prestasi ini dibimbing juga oleh dosen-dosen lain yang berpengalaman, yaitu apt Ardilla Kemala Dewi MSFarm dan apt Asti Yunia Rindarwati MFarm.***(FK)

PMB UMBandung