BANDUNGMU.COM, Bandung – Di tengah hiruk pikuk kota, anak muda mulai membentuk tren baru dalam menikmati waktu sendiri atau me time. Mereka kini tidak lagi menghabiskan waktu dengan belanja atau nongkrong di kafe, melainkan memilih kegiatan sunyi seperti membaca buku, menulis jurnal, hingga duduk di taman tanpa gawai.
Nadia (23), karyawan sebuah agensi kreatif, mengaku rutinitas kerja yang serba cepat kerap membuatnya kelelahan. “Aku merasa banyak hal berjalan cepat banget. Me time ku sekarang cuma duduk di taman dan denger suara angin,” ujarnya.
Psikolog klinis Andriani Sari menjelaskan bahwa tren ini muncul seiring meningkatnya kesadaran anak muda terhadap kesehatan mental. Menurutnya, generasi muda mulai memahami bahwa istirahat bukan tanda kemunduran. “Justru lewat sunyi, mereka menemukan ruang pemulihan,” katanya.
Sementara itu, media sosial turut merekam perubahan ini. Pengguna internet semakin sering membagikan konten bertema slow living dan digital minimalism. Melalui fenomena tersebut, generasi muda menunjukkan upaya mereka dalam mencari keseimbangan baru di tengah gaya hidup yang serba cepat. ***(IK22/Miftahul)






