Di sebuah kedai kopi kecil di Jalan Riau, aroma kopi yang baru diseduh memenuhi ruangan. Para pelanggan duduk santai sambil menunggu pesanan.
Namun, perhatian pengunjung kini tidak lagi tertuju pada menu kopi susu kekinian. Mereka justru tertarik pada kisah di balik biji kopi lokal yang digunakan.
Dani (28), barista sekaligus peracik menu, kerap berbagi cerita kepada pelanggan. “Kopi ini berasal dari petani di Garut. Mereka memanen biji saat subuh agar kualitasnya tetap stabil,” tuturnya.
Kesadaran akan sustainable lifestyle mendorong pelanggan untuk memahami proses kopi, bukan sekadar menikmati rasanya. Beberapa kedai juga menggelar sesi coffee tasting dan lokakarya seduh manual.
Menurut Dani, tren ini membawa perubahan positif. “Dulu orang hanya mencari kopi manis dan Instagramable. Sekarang mereka peduli asal-usul kopi,” ujarnya.
Kini, kopi tidak lagi sekadar minuman atau tren sesaat. Cerita di baliknya menghadirkan pengalaman yang menghubungkan barista, petani, dan penikmat kopi.***(IK22/Miftahul)






