UMBandung
Opini

Melejitkan Potensi di Era Digital

×

Melejitkan Potensi di Era Digital

Sebarkan artikel ini

Oleh: Agung Tirta Wibawa*

BANDUNGMU.COM — Kemajuan teknologi di era digital saat ini membawa perubahan yang sangat signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan tinggi, mahasiswa, dan kehidupan kampus pada umumnya.

Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa memiliki peluang besar untuk mengoptimalkan potensi diri melalui berbagai kemudahan yang ditawarkan teknologi. Hal ini tentu berbeda jika dibandingkan dengan kondisi mahasiswa dan kehidupan perkuliahan dua puluh tahun ke belakang.

Namun, di balik berbagai peluang ini, ada sejumlah tantangan yang perlu diatasi agar mahasiswa dapat memanfaatkan teknologi secara maksimal. Tidak menjadi mahasiswa yang hanya pandai menjadi konsumen konten teknologi tanpa punya berpikir kritis.

Terbuka lebar

Era digital memberikan akses yang luas dan cepat terhadap informasi. Mahasiswa kini dapat dengan mudah mencari referensi ilmiah, artikel, dan buku melalui internet tanpa batas.

Situs web akademis multibahasa, perpustakaan digital, dan platform pendidikan yang menyediakan berbagai materi pembelajaran berkualitas dari seluruh dunia (gratis ataupun berbayar) terbuka lebar dan sangat mudah diakses di mana pun dan kapan pun.

Baca Juga:  BUMN Muda: Visi Futuristik Erick Thohir Bagi Generasi Muda Indonesia

Dengan akses ini, mahasiswa dapat memperdalam pengetahuan di bidang studi mereka dan mengeksplorasi topik baru yang mungkin tidak diajarkan di kampus. Pasalnya, jam kuliah di kampus sangat terbatas dan referensinya pun mungkin hanya berkutat dalam satu bahasa.

Pembelajaran online menjadi salah satu kemudahan terbesar di era digital. Mahasiswa dapat mengikuti kursus online dari universitas ternama dunia tanpa harus meninggalkan tempat tinggal mereka. Cukup satu klik, lalu tonton dan dengarkan, mahasiswa bisa mendapatkan pengetahuan baru.

Banyak platform menawarkan berbagai kursus yang dapat membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan baru, mulai dari pemrograman komputer, komunikasi, ekonomi, bisnis kreatif, hingga manajemen bisnis. Pembelajaran online juga memungkinkan fleksibilitas waktu sehingga mahasiswa dapat belajar sesuai dengan jadwal mereka.

Teknologi memungkinkan mahasiswa untuk berkolaborasi dan membangun jaringan secara lebih luas. Media sosial dan platform komunikasi seperti Zoom, misalnya, memudahkan mahasiswa untuk bekerja sama dalam proyek, diskusi kelompok, dan seminar daring lintas kampus bahkan negara.

Selain itu, mahasiswa dapat bergabung dengan komunitas online, menghadiri webinar, dan mengikuti konferensi virtual untuk memperluas jaringan profesional mereka. Andai covid-19 tidak ada, mungkin percepatan digitalisasi dalam berbagai bidang, termasuk dalam hal pendidikan, tidak akan ramai dan masif seperti saat ini.

Baca Juga:  Suster Fanti, Mahasiswa Kristen UMMAD: Untuk Tambah Wawasan, Tidak Masalah Belajar Islam

Keterampilan digital

Era digital menuntut mahasiswa–dan tentu siapa saja–untuk memiliki keterampilan digital yang mumpuni agar bisa bertahan dan mendapatkan pekerjaan yang kekinian sesuai perkembangan zaman. Skill digital saat ini sangat mutlak diperlukan karena pekerjaan dan berjalannya sistem yang berkaitan dengan dunia kerja tidak lagi manual konvensional. Semua serba digital dan terkoneksi.

Mahasiswa dapat memanfaatkan berbagai alat dan aplikasi untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam bidang-bidang seperti desain grafis, analisis data, pemrograman, dan pemasaran digital. Semua itu mudah dilakukan hanya dengan menggunakan telepon pintar. Bahkan bisa dilakukan sambil rebahan sekalipun di kamar kos.

Berbagai tantangan

Akses yang luas terhadap informasi juga membawa tantangan berupa banjir informasi. Link informasi saat ini tidak bisa lagi dibendung karena datang bertubi-tubi dengan ragam perspektif. Bahkan, kadang-kadang bercampur dengan informasi hoaks yang memakan korban sehingga menyebabkan konflik virtual–cari maki, komentar rasis, dan sebagainya.

Baca Juga:  Tantangan Kader Muhammadiyah Hari ini dan Mendatang

Mahasiswa harus mampu menyaring dan mengevaluasi informasi yang relevan dan kredibel di tengah lautan data yang tersedia di internet. Kemampuan berpikir kritis dan literasi digital menjadi sangat penting untuk mengatasi tantangan ini. Tanpa menguasai keduanya, mahasiswa hanya akan menjadi konsumen pasif konten digital tanpa tahu aspek manfaat dan ekses negatifnya.

Esensinya, era digital menawarkan berbagai kemudahan dan peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri mereka sebebas-bebasnya. Namun, keberhasilan dalam memanfaatkan peluang ini sangat bergantung pada kemampuan mahasiswa untuk mengatasi tantangan yang ada.

Dengan literasi digital yang baik, disiplin, dan dukungan yang memadai, mahasiswa dapat mengoptimalkan keterampilan penting yang dibutuhkan di tengah kemajuan teknologi. Selain itu, institusi pendidikan, pemerintah, dan masyarakat juga harus berperan aktif dalam menciptakan ekosistem yang mendukung pengembangan potensi mahasiswa di era digital ini.

*Dosen UM Bandung dan Ketua MPI Kota Bandung

PMB UM Bandung