Membangun Optimisme di Persyarikatan dalam Mengelola Disrupsi Digital

oleh -
Foto: Muhammadiyah.or.id.

BANDUNGMU.COM — Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah Muchlas Arkanuddin mengatakan bahwa hidup di era digital memang seru dan banyak tantangannya.

Era digital adalah masa dimana manusia telah melek teknologi dan semuanya serba-terkoneksi, menghabiskan waktu di depan smartphone atau komputer daripada melakukan aktivitas di luar ruangan.

“Sekarang pesan taksi dengan online, pesan makanan online juga. Ibu-ibu mencari resep masakan kalau dulu harus buka buku masakan, sekarang tinggal lihat di internet melalui tutorial memasak di youtube. Dulu bapak-bapak baca koran hardcopy, sekarang tinggal buka hape,” kata Muchlas dalam acara yang diselenggarakan Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Barat, Ahad (19/09/2021), dikutip dari Muhammadiyah.or.id.

Dengan kondisi yang serba canggih ini, Muchlas mengingatkan agar warga Persyarikatan berhati-hati untuk tidak terjebak dalam disrupsi digital.

Menurutnya, disrupsi digital menggambarkan perubahan yang terjadi ketika teknologi digital, layanan, kemampuan, dan model bisnis baru memengaruhi serta mengubah nilai layanan dan barang industri yang ada.

“Kecanggihan teknologi dapat berdampak pada berubahnya perilaku. Jadi, kondisi saat ini warga Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah telah terpapar disrupsi digital karena kebijakan-kebijakannya banyak perubahan,” kata Muchlas.

Namun, Muchlas menggarisbawahi bahwa tidak semua disrupsi digital berkonotasi negatif. Pasalnya, kemajuan digital membawa dampak baik yang membuat beragam pekerjaan manusia menjadi lebih efektif, cepat, dan mudah.

Hal tersebut menjadi tantangan bagi persyarikatan Muhammadiyah untuk lebih adaptif dengan takdir zaman.

“Ini merupakan ujian dan tantangan bagi Muhammadiyah. Ini sebuah keniscayaan zaman. Kita tidak bisa lagi set back mundur. Ya semoga kita mampu menghadapi disrupsi digital ini dengan sebaik-baiknya,” tutur Muchlas.

Ujian disrupsi digital ini, kata Rektor Universitas Ahmad Dahlan ini, merupakan tantangan yang masih di bawah batas kemampuan Muhammadiyah.

Kesuksesan acara Tanwir online dan Munas Tarjih online yang telah berlangsung beberapa waktu yang lalu telah membuktikan bahwa warga Persyarikatan Muhammadiyah mulai terbiasa dengan disrupsi digital zaman kiwari.

“Persyarikatan Muhammadiyah akan lulus ujian disrupsi digital ini. kita harus menyambut tantangan ini. Sebab Allah berfirman dalam QS. Al Baqarah ayat 286 bahwa Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya,” imbuhnya. (Muhammadiyah.or.id).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *