BANDUNGMU.COM, Bandung — Penjaga mushaf tua Kampung Naga bukan sekadar gelar bagi Aki Jaya (73). Selama puluhan tahun, ia merawat Al-Qur’an berusia lebih dari dua abad yang tersimpan di rumah adat Kampung Naga, Tasikmalaya. Setiap pagi, ia duduk bersila dan membuka lembaran mushaf dengan sentuhan pelan penuh hormat.
“Setiap lembar punya doa,” ujar Aki Jaya lirih. Karena itu, ia memperlakukan mushaf tersebut layaknya makhluk hidup.
Mushaf tua itu tersimpan di sebuah rumah adat sederhana di Kampung Naga, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, kawasan adat yang hingga kini masih memegang kuat tradisi leluhur dan nilai-nilai Islam.
Warisan Mushaf Tua Kampung Naga
Mushaf tua Kampung Naga itu tertulis di atas kertas daluang. Leluhur Aki Jaya mewariskannya secara turun-temurun sebagai simbol keislaman dan identitas budaya. Ayah Aki Jaya menyerahkan amanah itu dengan pesan sederhana namun dalam.
“Ayah bilang, jaga mushaf ini seperti menjaga hatimu,” kenangnya.
Sejak saat itu, Aki Jaya menjalani peran sebagai penjaga mushaf tua Kampung Naga dengan penuh tanggung jawab. Ia membersihkan, menyimpannya dengan kain khusus, dan memastikan mushaf tetap terjaga dari kelembapan.
Menjaga Mushaf di Tengah Usia Senja
Selama lebih dari 50 tahun, Aki Jaya tidak pernah meninggalkan tugasnya. Bahkan ketika sakit, ia meminta cucunya duduk di dekat mushaf untuk membacakan doa. Baginya, kehadiran doa menjadi bentuk penjagaan spiritual.
Bagi warga Kampung Naga, mushaf ini bukan benda mati. Mushaf tersebut menjadi penghubung antara ajaran Islam dan sejarah leluhur mereka.
“Kalau mushaf ini rusak, kami kehilangan sebagian jati diri,” kata Darsa Sunarya, ketua adat Kampung Naga.
Amanah yang Dijaga Sepenuh Hati
Ketika ditanya sampai kapan ia akan menjaga mushaf itu, Aki Jaya hanya tersenyum. Ia tidak berbicara panjang, namun jawabannya sarat makna.
“Selama Allah masih memberi napas,” katanya mantap.
Kisah penjaga mushaf tua Kampung Naga ini menjadi pengingat bahwa warisan Islam Nusantara hidup bukan hanya lewat benda, tetapi melalui tangan dan hati yang setia merawatnya. ***(IK22/Miftahul)






