Opini

Pers Kini dan Hari Esok

Ilustrasi (Foto: Unsplash)

Oleh Ace Somantri – Dosen Universitas Muhammadiyah Bandung

BANDUNGMU.COM – Pers dikenal dikenal dalam dunia informasi secara substansi sejak adanya sekelompok komunitas manusia yang saling berbagi informasi.

Di situlah terjadi komunikasi dan pertukaran informasi yang didapatkan dari pihak-pihak yang berinteraksi. Informasi dan komunikasi secara lisan sebuah awal dari informasi dan komunikasi yang dikembangkan dalam bahasa tulisan.

Informasi yang disampaikan melalui lisan kemudian direkam dalam bahasa tulisan. Tentu menggunakan tema dan pokok bahasan yang dikembangkan dengan susunan kata dan kalimat yang lebih praktis dan sederhana.

Hal itu dilakukan supaya mudah dicerna dan dapat dipahami pesan-pesan dari informasi yang dimaksud. Selain itu, agar tidak terjadi salah persepsi dan pemahaman dalam menangkap isi pesan.

Namun, faktanya tidak setiap manusia yang menerima pesan dapat menahami hanya lisan. Kadang-kadang si pemberi pesan lisan tidak memiliki kemampuan mengolah kata dan kalimat yang praktis dan sederhana juga mudah dipahami.

Pers dalam perjalanan sejarahnya, mulai dari bentuk cetak hingga elektronik, maksud dan tujuannya untuk menjadi media penyampai informasi kepada publik.

Harapannya tentu agar masyarakat mengetahui apa yang terjadi, tempat kejadiannya di mana, dan apa pesan dari informasi tersebut untuk masyarakat.

Saat ini, media informasi dan komunikasi sejak abad ke-20 bahwa peranan pers sangat vital. Pers menjadi media dan pusat informasi yang memiliki bobot kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan.

Seiring perjalanan waktu, tidak terasa sikap perilaku para pemberi pesan media massa atau lebih dikenal dengan jurnalis, dalam praktiknya ada oknum yang melakukan pelecehan kepada lembaga pers itu sendiri.

Misalnya, kadang-kadang ada beberapa media informasi membuat informasi yang tidak jujur dan adil. Hal itu dilakukan diduga hanya karena pesanan pihak-pihak tertentu dalam rangka kepentingan yang bersifat sesaat atau pragmatis.

Fenomena tersebut tidak bisa dimungkiri, karena bukan media massanya berperilaku buruk, melainkan oknum pengelola dan jurnalisnya yang melakukan kebohongan informasi dan komunikasi.

Apalagi sejak dunia digital menguasai angkasa maya, peran dan fungsi media informasi berkembang seperti berkembangbiaknya makhluk melata yang sekali melahirkan ribuan anak.

Bahkan jutaan media massa dalam dunia maya sudah tidak terhitung dengan tangan dan kalkulator. Media massa sosial tidak bisa dibendung dengan aturan media arus utama.

Media informasi dan komunikasi dengan model mainstream dan konvensional lambat laun akan mati tinggal kenangan. Kecuali mereka menyesuaikan dengan kondisi saat ini yang sangat berubah cepat.

Banyak pengelola media masa yang tidak cepat migrasi dengan situasi dan kondisi sehingga sedikit demi sedikit melebur dan menghilang.

Pernah salah satu holding media di Indonesia, aset pabrikasi media massa cetak manual, tidak memiliki eksistensi seperti akan mati saja. Yang berjalan saat ini media massa berbasis digital.

Hal yang lebih ngeri lagi, yakni masyarakan bisa dengan mudah mendapat berbagai informasi dari smartphones dalam waktu satu detik atau satu menit. Cepat sekali meskipun informasi kadang-kadang tidak terverifikasi sehingga ujung-ujungnya berbau hoaks.

Ke depan, pers sebagai media, walaupun sudah dipreteli oleh media massa berbasis media sosial berasal dari smartphones dan android, bisa tetap eksis. Bahkan harus semakin eksis.

Jika media massa formal dengan kode etiknya tidak dijaga dan sistem digitalnya tidak di-upgrade, perlahan tetapi pasti, bisa saja media tersebut akan mati dan sirna di dunia.

Penguatan sistem teknologi media massa wajib dikembangkan. Selain itu, media informasi berbasis komunitas dan jemaah juga boleh dipraktikkan. Isi beritanya tentu yang ringan-ringan saja, tidak jelimet, tetapi selalu faktual dan tepercaya.

Pada Hari Pers Nasional, 09 Februari 2022, semoga kejujuran dan keadilan informasi dan komunikasi tetap dijaga sesuai dengan kapasitas serta integritas dalam pengelolaan media masa.

Pers sebagian media informasi tidak boleh berhenti karena tidak ada materi. Pers salah satu jantung yang vital dalam mediasi dan moderasi kebijakan pemerintah dengan elemen masyarakat.

Selamat Hari Pers Nasional. Semoga tetap jujur dan adil dalam memberikan informasi kepada masyarakat.***

Exit mobile version