BANDUNGMU.COM, Bandung — Di balik rimbunnya hutan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, sebuah fenomena langka mencuri perhatian.
Rafflesia hasseltii, bunga eksotis yang sulit ditemukan, terpantau mekar di wilayah tersebut. Penemuan ini mengingatkan kita betapa pentingnya menjaga hutan Sumatera sebagai rumah bagi spesies langka.
Momen mekar yang dinanti
Rafflesia hasseltii jarang mekar. Keberadaannya bergantung pada kondisi hutan yang stabil, dan masa mekarnya pun singkat.
Oleh karena itu, setiap kemunculannya menjadi kabar penting yang selalu dicatat. Di Muratara, bunga ini bukan hanya objek wisata, tetapi simbol keberlanjutan alam dan ekosistem yang terjaga.
Secara fisik, Rafflesia hasseltii memiliki tampilan mencolok dengan warna merah pekat dan bercak putih bulat pada kelopak. Kontras warna ini menciptakan keunikan yang membuatnya tampak seperti ornamen alami di lantai hutan.
Bunga ini memiliki lima lobus besar yang membuka saat mekar, dengan bagian dalam menyerupai mangkuk. Bercak putih di kelopak menjadi penanda utama yang membedakan hasseltii dari spesies Rafflesia lainnya.
Rafflesia hasseltii adalah parasit obligat, hidup bergantung pada tumbuhan inang dari genus Tetrastigma. Tanpa inang yang cocok, bunga ini tidak bisa tumbuh.
Habitatnya terbatas pada hutan tropis lembap. Selain Muratara, bunga ini juga ditemukan di Sijunjung, Bengkulu, dan sebagian wilayah Sumatera Selatan.
Status langka dan tantangan konservasi
Rafflesia hasseltii terancam punah. Proses regenerasinya lambat, dan habitatnya terus tergerus akibat perubahan lahan dan aktivitas manusia.
Beberapa tempat bahkan kehilangan potensi mekarnya akibat gangguan jalur wisata. Meski demikian, upaya perlindungan terus dilakukan. Lembaga konservasi dan masyarakat lokal berperan penting dalam menjaga kelestarian bunga ini.
Mekarnya Rafflesia hasseltii di Muratara menunjukkan bahwa hutan di wilayah tersebut masih menyimpan kekayaan biologis. Namun, bunga ini juga mengingatkan kita bahwa kelestarian alam membutuhkan perhatian berkelanjutan.
Setiap bunga yang mekar menjadi pesan bahwa hutan masih bernapas. Tugas kita adalah memastikan napas itu terus ada.***(IK22/Furqon)







