BANDUNGMU.COM, Bandung — Di Indonesia banyak sekali jenis bunga, baik bunga yang berasal dari luar maupun asli Indonesia sendiri. Bunga itu banyak dipelihara di pekarangan rumah atau ada tersendiri.
Satu di antara jenis bunga itu adalah Wijayakusuma. Mengutip Wikipedia, bunga Wijayakusuma atau disebut juga Bunga Wiku (Epiphyllum oxypetalum) termasuk jenis tanaman kaktus yang mempunyai kelas dicotiledoneae.
Tanaman ini berasal dari Meksiko dan dapat hidup pada daerah dengan iklim sedang sampai beriklim tropis. Meskipun begitu, tidak semua jenis tanaman ini bisa berbunga karena hal ini dipengaruhi oleh keadaan iklim, kesuburan tanah, dan juga cara pemeliharaan.
Bunga Wijayakusuma hanya merekah dalam semalam, kecuali yang jenis hibrida bisa bertahan 2-3 hari. Pada umumnya tanaman jenis kaktus agak sulit ditentukan morfologinya, berbeda halnya dengan wijayakusuma.
Tanaman ini mudah diidentifikasi setelah berusia tua, kita dapat melihat mana daunnya, mana batangnya, dan bagian-bagian lain. Kenop bunga ini mulai terbuka setelah matahari terbenam dan mekar sempurna mulai pukul 22:00.
Bentuk Wijayakusuma
Wijayakusuma berasal dari dua kata, yaitu wijaya dan kusuma. Dalam bahasa Jawa kuno, wijaya berarti kemenangan atau keberhasilan dan kusuma berarti bunga.
Batangnya terbentuk dari helaian daun yang mengeras dan mengecil yang mana bentuk batang induknya adalah silinder. Tinggi batang dapat mencapai 2-3 meter, sedangkan daunnya berkisar 13–15 cm.
Helaian daunnya sendiri berbentuk pipih dam berwarna hijau dengan permukaan daun halus tanpa duri tidak seperti kaktus-kaktus yang lain. Setiap tepian daunnya terdapat lekukan-lekukan yang biasanya ditumbuhi tunas daun ataupun bunga.
Adapun diameter bunganya adalah 10 cm, berwarna putih dan hanya mekar di malam hari. Bentuk buahnya bulat yang mempunyai warna merah dan mempunyai biji yang berwarna hitam. Pembiakkan biasanya dilakukan dengan penyetekkan ataupun biji.
Bunga wijayakusuma mempunyai khasiat untuk meredam rasa sakit dan menetralisir pembekuan darah. Bunga ini juga mempunyai daya mempercepat penyembuhan luka abses. Bahkan dipercaya bisa mengobati penyakit asma, bisul, sakit lambung, dan sebagainya.
Mitos Wijayakusuma
Dalam mitologi Jawa, tumbuhan ini dianggap pohon sakti dan dapat menghidupkan orang mati. Kalangan masyarakat Yogyakarta dan Surakarta, khususnya keraton, percaya bahwa seorang raja yang akan naik tahta haruslah memiliki bunga Wijayakusuma sebagai syarat.
Dalam pewayangan Jawa, bunga ini disebut Sekar Cangkok Wijayakusuma atau Wijayamulya dam dipercaya sebagai pusaka keraton Dwarawati atau Dwaraka titisan Dewa Wisnu sang pelestaria alam, Prabu Sri Batara Kresna.
Dalam kesenian
Karena peranannya yang cukup signifikan dalam kebudayaan Jawa, bunga Wijayakusuma menginspirasi banyak kesenian rupa, khususnya berkaitan dengan ornamen atau ragam hias.
Ragam hias berbentuk kuncup bunga Wijayakusuma sering kali dipakai untuk menghiasi pagar-pagar di Jawa, seperti kantor pemerintahan, keraton, sekolah, dan sebagainya. Selain itu, terdapat batik bermotif bunga Wijayakusuma yang diangkat sebagai batik khas dari Cilacap.***
___
Sumber: Wikipedia
Editor: FA










