UMBandung
News

Punya Banyak Keuntungan Finansial, Muhammadiyah Jabar Ajak Anak Muda Jangan Gengsi Jadi Petani

×

Punya Banyak Keuntungan Finansial, Muhammadiyah Jabar Ajak Anak Muda Jangan Gengsi Jadi Petani

Sebarkan artikel ini
Foto: Youtube Lazismu Jabar

BANDUNGMU.COM, Bandung — Wakil Ketua PWM Jabar yang membidangi Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) dan Lembaga Pengembang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPUMKM) H Usep Sudrajat SH MH mendorong agar pemuda tergerak menjadikan bertani sebagai peluang usaha.

“MPM dan LPUMKM memiliki tugas untuk mengembangkan kemampuan bertani. Masalahnya, saat ini ada stigma bahwa petani adalah profesi yang miskin sehingga kaum muda enggan menjadi petani. Anggapan tersebut keliru karena petani adalah sumber usaha yang menjanjikan,” ujar Usep seperti dikutip dari Youtube Lazismu Jabar pada Rabu (29/05/2024).

Menurut Usep, pertanian merupakan lahan bisnis yang sangat menjanjikan di Indonesia. Namun, ia juga menyoroti bahwa pertanian di Indonesia hingga saat ini belum dikelola secara optimal. Salah satu dampaknya adalah anak muda enggan menjadi petani.

Dengan menjadi petani, kata Usep, seseorang bisa mendapatkan keuntungan finansial berlipat, selama menggunakan ilmu yang tepat dan dilakukan dengan benar dan cerdas. Oleh karena itu, Usep menegaskan bahwa MPM dan LPUMKM akan berfokus untuk memberikan wawasan kepada masyarakat agar bisa menjadi petani yang ahli.

Baca Juga:  Ahmad Dahlan Tegaskan Pentingnya Pengembangan Pertanian dalam Gerakan Dakwah Muhammadiyah

“Itulah yang akan digarap Muhammadiyah Jabar. Kami akan mendampingi, terutama untuk anak muda, agar bisa menjadi petani profesional. Kami akan menggarap semua sektor pertanian dan mengajak generasi muda untuk bertani,” kata Usep. “Ada sepuluh juta pengangguran dari generasi baru. Oleh karena itu, ayo kita bertani karena bertani itu menguntungkan dan bisa memberi kontribusi untuk negeri,” tambah Usep.

Selain mendapatkan keuntungan finansial yang besar, dengan bertani, anak-anak muda akan lebih bermanfaat bagi masyarakat luas karena mampu menciptakan lapangan kerja. “Dengan menjadi petani, kita bisa mempekerjakan orang lain. Oleh karena itu, anak muda bukan hanya menjadi sarjana yang mencari kerja, melainkan sarjana yang bisa menciptakan lapangan kerja,” tandas Usep.***(Aqbil)

PMB UM Bandung