Islampedia

Rindu Allah

×

Rindu Allah

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi (media.istockphoto)

BANDUNGMU.COM — Muslim yang baik selalu berdoa setiap saat kepada Allah tanpa mengenal waktu dan situasi. Terutama setelah salat, doa kepada Allah termasuk yang akan diijabah. Namun, sering kita memperlakukan doa layaknya obat yang hanya dibutuhkan pada waktu-waktu tertentu saja.

Manusia kadang-kadang membutuhkan Allah hanya ketika dia sedang kesakitan, kesusahan, kepayahan, dan berada dalam ketidakberdayaan mengelola hidup. Pada saat senang, manusia cenderung lalai kepada Allah. Sang Khalik ditinggalkan begitu saja.

Selagi nyawa masih ada di badan, manusia akan selalu memerlukan doa. Apa pun masalahnya, bagaimana pun rumitnya hidup, seorang hamba akan selalu butuh kepada Allah. Oleh karena itu, perlakukanlah doa seperti air yang selalu dibutuhkan setiap saat.

Baca Juga:  Al-Quran Jadi Kitab Istimewa Bagi Umat Manusia

Doa harus diperlakukan dan dilaksanakan setiap saat, baik susah maupun senang. Tidak ada batasan kapan kita berhenti berdoa kepada Allah. Allah senang dan menyambut baik apabila ada seorang hamba yang setiap saat berdoa kepada-Nya karena memang begitulah seharusnya: hamba membutuhkan Allah.

Senjata akan tajam kalau diasah setiap saat. Begitu juga doa, dia akan cepat melesat ke langit apabila selalu dipanjatkan setiap saat.

Allah selalu ada

Allah tidak pernah ingkar kepada siapa pun. Dia selalu ada setiap saat, setiap detik, dan tidak pernah sekalipun meninggalkan seorang hamba hanya karena hamba itu selalu jauh dari-Nya.

Baca Juga:  IPM Sukajadi Ajak Remaja Jadi Generasi Bermanfaat dan Cinta Masjid

Adilnya Allah kepada setiap hamba tidak pernah berkurang sedikit pun. Yang jadi persoalan justru ada manusia yang merasa diperlakukan tidak ada adil oleh Allah, padahal Dia mustahil demikian.

Mau curhat apa pun, silakan kepada Allah. Mau nangis karena dilanda masalah apa pun, Allah ada dan siap menerima untaian doa dari hambanya. Allah senang apabila ada hambanya yang sering dan istikamah dalam memanjatkan doa setiap saat. Doa dipanjatkan setiap saat tanpa kenal situasi dan kondisi.

Allah maha pengabul doa. Allah maha pendengar doa. Allah maha pemerhati keluh kesah manusia. Allah sudah begitu baik mau mendengarkan dan menerima keluh kesah manusia, lantas harus dengan cara Allah mengingatkan manusia agar dia mau bersyukur kepada-Nya? Haruskah dengan cara lain?

Baca Juga:  Inilah 7 Golongan di Akhirat yang Tidak Mendapat Rahmat dari Allah, Kaum Homoseks Salah Satunya

Doa merupakan saluran yang sangat baik untuk melepas rindu kepada Allah. Dunia dan seisinya rasanya tidak ada artinya tanpa rindu kepada Allah melalui untaian doa-doa terbaik kepada-Nya.

Oleh karena itu, doa jangan dipandang sebagai obat, tetapi harus diperlakukan sebagai suatu sarana kebutuhan hamba untuk meminta ampun, meminta hajat, dan melepas rindu kepada-Nya.***