PMB UMbandung
News

Tabayun Harus Menjadi Budaya dalam Bermuhammadiyah

×

Tabayun Harus Menjadi Budaya dalam Bermuhammadiyah

Sebarkan artikel ini
PMB UMBandung

BANDUNGMU.COM, Bandung – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bandung menggelar Pengajian Organisasi di Aula Masjid Al-Irfani, Jalan Kadipaten Raya Nomor 4–6, Antapani, Kota Bandung, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 15.00–17.00 WIB tersebut dihadiri jajaran pimpinan pleno PDM, pimpinan majelis, dan unsur pimpinan organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah. Pengajian menghadirkan Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat Iu Rusliana sebagai pemateri.

Ketua PDM Kota Bandung Musa Muhammad dalam sambutannya menekankan pentingnya memperkuat silaturahmi, menjaga kebersamaan, dan membangun sinergi antarpimpinan Muhammadiyah.

Menurut Musa, pengajian organisasi menjadi sarana untuk mempererat ukhuwah sekaligus memperkuat koordinasi dalam menjalankan berbagai program dakwah dan kegiatan persyarikatan.

“Kebaikan dalam menjalin silaturahmi antara satu dengan yang lain dengan berbagai pihak yang saling mendukung dalam hal yang positif, baik secara jasmani maupun ukhrawi, insyaallah harus terus kita lakukan dan tingkatkan,” ujarnya.

Baca Juga:  LLHPB PP ‘Aisyiyah dan Diet Kantong Plastik Kampanyekan Pelarangan Plastik Sekali Pakai di Pasar Tradisional

Sementara itu, Sekretaris PWM Jawa Barat Iu Rusliana menegaskan bahwa keimanan kepada Allah SWT harus diwujudkan melalui amal saleh dan karya nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, keimanan tidak cukup hanya ditunjukkan melalui ibadah ritual, tetapi juga harus mendorong seseorang untuk berkontribusi dalam kehidupan sosial dan gerakan dakwah Muhammadiyah.

“Tidak cukup hanya sekadar melangkahkan kaki ini dalam menghadap kepada-Nya saja, tetapi diupayakan ada peningkatan keimanan sekaligus ada karya nyata,” ungkap Iu.

Pentingnya kesalehan berinformasi

Selain mendorong penguatan amal saleh, Iu menyoroti pentingnya kesalehan berinformasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi komunikasi dan media sosial.

Baca Juga:  Santri Al-Furqon Didorong Jadi Kader Muhammadiyah Sejati yang Adaptif dan Progresif

Ia mengingatkan warga Muhammadiyah agar lebih cermat dalam menerima, memeriksa, dan menyebarkan informasi. Pasalnya, informasi yang tidak benar dapat memengaruhi pengambilan keputusan dan menimbulkan persoalan dalam organisasi.

Oleh karena itu, Iu menekankan pentingnya tabayun atau memeriksa kebenaran informasi sebelum mengambil sikap maupun menyampaikan sesuatu kepada pihak lain.

“Jangan sampai akibat dari informasi yang keliru itu Anda menyesali apa yang Anda perbuat. Oleh karena itu, tabayun menjadi mekanisme dalam ber-Muhammadiyah,” terangnya.

Menurutnya, sikap berhati-hati dalam berkomunikasi menjadi bagian penting dari tanggung jawab moral warga Muhammadiyah, terutama ketika menggunakan media sosial. “Kalau dulu mulutmu harimaumu, sekarang sudah ganti jadi jarimu harimaumu,” kelakar Iu.

Baca Juga:  Membangun Karakter dengan Menulis Mushaf, Kadisdik Jabar: Semoga Peserta Didik Jadi Pribadi yang Mutakin

Lebih lanjut, Iu mengajak seluruh pimpinan dan kader Muhammadiyah untuk terus mengikuti pengajian organisasi sebagai sarana meningkatkan pemahaman keagamaan, memperkuat silaturahmi, dan menjaga semangat ber-Muhammadiyah.

Ia menilai pengajian rutin memiliki peran penting dalam memperbarui wawasan sekaligus meningkatkan kualitas gerakan persyarikatan agar semakin memberikan manfaat bagi umat dan masyarakat.

“Bagian daripada kewajiban kita salah satunya adalah pengajian. Itu menjadi media untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus ghirah kita dalam ber-Muhammadiyah,” pungkasnya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk memohon kesehatan, keberkahan, dan kekuatan bagi seluruh pimpinan serta kader Muhammadiyah dalam menjalankan amanah organisasi dan mengembangkan dakwah yang bermanfaat bagi umat dan bangsa.***(Aqbil)

PMB UMBandung