BANDUNGMU.COM — Ahmad Rifai, penasihat Tapak Suci Cabang UM Bandung mengingatkan seni bela diri yang ada di bawah Muhammadiyah tersebut bukan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).
“Tapak suci yang ada di UM Bandung itu sebenarnya ortom yang ada di tingkat universitas. Dan itu sama dengan IMM, IPM, dan ortom-ortom yang lain,” ucapnya dalam pelantikan pengurus Cabang Tapak Suci UM Bandung.
Pelantikan tersebut berlangsung di Auditorium KH Ahmad Dahlan UM Bandung, Rabu 16 Februari 2022 .
Ahmad Rifai menegaskan tugas ortom adalah membesarkan organisasi Muhammadiyah.
“Semua ortom, termasuk Tapak Suci tugasnya sebagai pelangsung dan penyempurna amal usaha Muhammadiyah,” tegas Ahmad Rifai, yang juga pembina Tapak Suci di UM Bandung itu.
UM Bandung jadi pusat Tapak Suci
Pria yang juga dosen Ilmu Komunikasi di UM Bandun
g tersebut juga menyampaikan Tapak Suci akan menjadi pusat Tapak Suci di Jawa Barat.
“Di sini (UM Bandung) Tapak Suci harus menjadi Center of Excellence. Artinya, di kampus inilah tempat bertemu para pendekar se-Jawa Barat,” ungkapnya.
Dia berharap Tapak Suci Cabang UM Bandung tak hanya fokus berlatih dan mengembangkan diri, tapi harus punya mimpi yang lebih dari itu.
“Ke depan kita bercita-cita bahwa di UM Bandung ini akan jadi pusat pengkaderan Tapak Suci di provinsi Jawa Barat,” pungkasnya.
Lelaki bertubuh ramping ini pun optimistis Tapak Suci bisa berkembang di Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM).
“Semoga seni bela diri ini juga makin berjaya di kampus-kampus Muhammadiyah, terutama di Jawa Barat,” ucapnya.
Alumnus UIN Bandung itu pun menyinggung awal berdirinya Tapak Suci di UM Bandung. Walau minim fasilitas, ucap Rifai kegiatan bisa tetap berjalan.
“Saya ingat, saat UM Bandung masih di Palasari, kami membentuk Tapak Suci dan yang berlatih hanya beberapa orang. Itu tahun 2017,” kenangnya.
Dia meminta pimpinan UM Bandung agar Tapak Suci Cabang UM Bandung memberikan legalitas resmi menjadi ortom.
“Mari ini kita kawal bersama agar keberadaan Tapak Suci di kampus kita (UM Bandung) menjadi ortom bukan UKM,” katanya.









