BANDUNGMU.COM, Bandung — Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Zamah Sari menyatakan bahwa kampusnya telah menjalin kerja sama strategis dengan Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) PWM Jawa Barat sejak Ahad, 9 Maret 2025.
Kolaborasi ini diawali dengan kegiatan silaturahmi dan survei pemetaan terhadap 69 cabang dan 301 ranting Muhammadiyah se-Bandung Raya. Acara tersebut berlangsung di Auditorium KH Ahmad Dahlan UM Bandung dan diikuti oleh 357 peserta dari berbagai unsur.
Menurut Zamah Sari, pemberdayaan dan revitalisasi cabang serta ranting merupakan amanah Tanwir Muhammadiyah 2010. Ia menegaskan bahwa keterlibatan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) dalam program ini juga merupakan bagian dari implementasi Nota Kesepahaman antara Majelis Dikti dan LPCR Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang ditandatangani pada tahun 2012.
Sebelumnya, pada Kamis (08/05/2025), LPCRPM Jawa Barat menggelar pertemuan virtual dengan seluruh PTMA se-Jawa Barat guna menjalin kerja sama dalam pengembangan dan pembinaan cabang, ranting, serta masjid Muhammadiyah.
Acara ini dibuka oleh Wakil Ketua Bidang LPCRPM dan Majelis Tablig PWM Jawa Barat Jamjam Erawan. Dalam sambutannya, Jamjam menekankan visi PWM Jawa Barat yaitu “Bermarwah, Berkemajuan, dan Berkepastian Masa Depan”, seraya menegaskan pentingnya sinergi antara PTMA dan struktur Muhammadiyah di akar rumput.
Jamjam juga mengingatkan bahwa kehadiran PTMA yang besar dan berkembang semestinya diikuti oleh kehidupan cabang, ranting, dan masjid yang aktif.
Ia menyampaikan keprihatinannya jika ada PTMA besar namun cabang, ranting, dan masjid di sekitarnya justru tidak berdaya. “Jangan sampai ada PTMA besar, tetapi di situ cabang, ranting, dan masjidnya mati,” ujarnya pada Kamis (08/05/2025).
Ketua LPCRPM PWM Jawa Barat Nasihin dalam paparannya menjelaskan bahwa berdasarkan survei yang dilakukan, banyak cabang, ranting, dan masjid Muhammadiyah di Jawa Barat masih memerlukan pembinaan dan penguatan.
LPCRPM, lanjutnya, mengemban visi nasional untuk mendorong Amal Usaha Muhammadiyah agar tidak hanya berdaya di bidang pendidikan atau kesehatan, tetapi juga aktif dalam gerakan pembinaan basis struktural Muhammadiyah.
Nasihin juga memaparkan bahwa kerja sama LPCRPM dengan PTMA merupakan bagian dari program strategis yang terintegrasi dengan catur dharma PTMA.
Beberapa bentuk implementasi kerja sama tersebut antara lain program Kuliah Kerja Nyata (KKN), magang mahasiswa di cabang dan ranting, serta survei data dan pemetaan kondisi cabang dan masjid Muhammadiyah.
UM Bandung, dalam implementasi pemetaan tersebut, membentuk lima tim untuk lima Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) di wilayah Bandung Raya. Tim ini terdiri atas mahasiswa dan dosen yang melakukan silaturahmi, pengisian instrumen survei, serta pengumpulan data manual di lapangan.
Meskipun menghadapi kendala dalam sistem digital, mereka tetap melaksanakan survei langsung ke setiap cabang dan ranting. Hasil survei tersebut rencananya akan dibukukan per-PDM sebagai panduan pengembangan ke depan.
Dalam sesi diskusi dan Rencana Tindak Lanjut (RTL), seluruh perwakilan PTMA yang hadir menyatakan komitmennya untuk terlibat aktif dalam pembinaan dan pendampingan cabang, ranting, dan masjid Muhammadiyah.
Beberapa pimpinan yang turut hadir antara lain dari Universitas Muhammadiyah Sukabumi, UM Kuningan, STIKES Ciamis, UMTAS, IBM Bekasi, Universitas Muhammadiyah Bandung Raya, dan UM Cirebon.
Mereka sepakat bahwa sinergi antara PTMA dan LPCRPM merupakan langkah strategis untuk memperkuat gerakan dakwah Muhammadiyah di tingkat akar rumput.***












