PMB UMbandung
News

Wakil Rektor Minta KKN UM Bandung Tinggalkan Dampak Positif Setelah Mahasiswa Pulang

×

Wakil Rektor Minta KKN UM Bandung Tinggalkan Dampak Positif Setelah Mahasiswa Pulang

Sebarkan artikel ini
PMB UMBandung

BANDUNGMU.COM, Bandung — Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Ayi Yunus Rusyana menegaskan, Kuliah Kerja Nyata (KKN) tidak boleh berhenti sebagai program rutin tahunan.

Menurut Ayi, KKN harus menjadi sarana mahasiswa mengimplementasikan ilmu dan menghadirkan perubahan nyata di masyarakat.

“Jangan sampai ada kesan masyarakat bahwa mahasiswa dan sivitas kampus itu hanya bisa kuliah, bergelut dengan ilmu, dan diam di gedung kampus. KKN yang sudah Anda lakukan itu bagian dari implementasi ilmu di masyarakat,” ujar Ayi, saat membuka Expo KKN UM Bandung di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Senin (28/09/2026).

Menurutnya, KKN memiliki landasan ideologis yang kuat bagi perguruan tinggi Muhammadiyah melalui teologi Al-Ma’un yang diajarkan KH Ahmad Dahlan.

Nilai tersebut tidak cukup dipahami, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata untuk membantu masyarakat. Ayi mengingatkan kembali kisah KH Ahmad Dahlan yang mengajarkan Surah Al-Ma’un kepada para santrinya berulang kali.

Para santri awalnya hanya memahami ayat tersebut sebagai bacaan, tetapi belum mengamalkannya dalam kehidupan. Oleh karena itu, Ahmad Dahlan berkata bahwa kalau sudah paham arti surah tersebut, maka carilah orang sakit, miskin, dan keluarkan mereka dari kondisi tersebut.

Baca Juga:  Pencegahan Resistensi Antibiotik Kunci untuk Menjaga Kesehatan Ginjal

Oleh karena itu, ia menilai KKN menjadi salah satu cara mahasiswa menerjemahkan nilai Al-Ma’un dalam kehidupan sosial. Program yang dilakukan harus memberikan perubahan dan dapat dilanjutkan setelah mahasiswa kembali ke kampus.

“Bukan program rutin tahunan. Di dalamnya ada gagasan ideologis Muhammadiyah dalam kegiatan ini,” tegasnya. Ayi juga mendorong penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan berbagai pihak dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.

Salah satunya melalui keterlibatan mahasiswa UM Bandung dalam verifikasi faktual Data Anak Tidak Sekolah (ATS) di Jawa Barat. Menurut Ayi, persoalan ATS menjadi pekerjaan bersama karena berkaitan dengan kualitas generasi muda di tengah bonus demografi Indonesia.

“Indonesia punya bonus demografi. Namun, sekitar 29 persen dari jumlah yang seharusnya sekolah malah tidak sekolah. Meskipun yang sekolah pun masih belum tentu otomatis sukses. Inilah yang menjadi pekerjaan rumah bersama yang harus diselesaikan,” ujarnya.

Baca Juga:  Kini Siswa di Kota Bandung Bisa Langsung Minum Air Keran

Ia mengapresiasi sinergi UM Bandung dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam pendataan ATS dan mendorong agar kolaborasi tersebut terus dikembangkan, termasuk bersama pihak swasta dan mitra lainnya.

Sementara itu, Ketua Panitia KKN UM Bandung 2026 Alghif Aruni Nur Rukman mengatakan pelaksanaan KKN tahun ini berlangsung di Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Sumedang.

Menurut Alghif, Expo KKN UM Bandung 2026 menjadi ruang untuk menampilkan inovasi dan hasil kerja mahasiswa selama berada di masyarakat. Setiap wilayah memiliki persoalan dan potensi berbeda sehingga membutuhkan pendekatan yang sesuai.

“Kami berharap keberhasilan tersebut tidak berhenti saat mahasiswa kembali ke kampus. Masyarakat membutuhkan program yang berkelanjutan. Salah satu indikator keberhasilan KKN bukan soal berapa banyak programnya, tetapi seberapa kuat dampak dari program tersebut setelah mahasiswa kembali ke kampus,” ujarnya.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UM Bandung Ijang Faisal menambahkan, Expo KKN menjadi ruang untuk melihat penerapan ilmu mahasiswa di tengah masyarakat.

Ia menyebut sekitar 1.200 mahasiswa diterjunkan ke masyarakat dengan didampingi Dosen Pembimbing Lapangan. Mahasiswa juga terlibat dalam verifikasi faktual data ATS sebagai bagian dari sinergi UM Bandung dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga:  PWM Jawa Barat Siap Gelar Musypimwil Untuk Konsolidasi Organisasi Yang Bermarwah dan Berkemajuan

Ijang berharap pengalaman dan inovasi mahasiswa selama KKN dapat dikembangkan menjadi penelitian maupun program pengabdian berikutnya. “Mahasiswa datang ke masyarakat membawa ilmu, tetapi pada saat yang sama mereka pulang membawa ilmu baru dari masyarakat,” ujarnya.

Seperti tahun sebelumnya, lantai tiga gedung UM Bandung kembali dipenuhi stand kelompok KKN. Setiap kelompok menampilkan berbagai alat peraga, produk, dan inovasi yang dikembangkan selama menjalankan program KKN di desa masing-masing.

Expo KKN UM Bandung juga menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari pameran program KKN, booth kreatif dan produk unggulan, talkshow inspiratif, hingga penampilan mahasiswa dan hiburan.

Sejumlah penampilan yang turut memeriahkan acara di antaranya Band Glacier Team, Sela Lazma & Nazwa Aziz, Seni Nur Sa’idiyah, dan Vocal Grup PSM UM Bandung, serta kehadiran bintang tamu Uchi Qolby dan Boni Anggara.***(FA/FK)

PMB UMBandung