4 Desa di Garut Bakal Dijadikan Smart Village

oleh -

BANDUNGMU.COM– Empat Desa di Garut (Karyamukti, Sindangsuka, Wanaraja, dan Kelurahan Muarasanding) bakal dijadikan Smart Village. Ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang berkelanjutan dari Jurusan Teknik Informatika Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Ketua Jurusan Teknik Informatika, Cepy Slamet, S.T., M.Kom., menyatakan bahwa Perjanjian Kerjasama (PKS) ini sebagai tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Bupati Garut yang sudah dilaksanakan pada Kamis (03/12/2020).

“Program ini merupakan dalam rangka perubahan paradigma pengabdian masyarakat, kalau sebelumnya pengabdian seperti ‘hit and run’, setelah beres kegiatan tidak ada program lanjutannya. Hampir seluruh wilayah Jawa Barat pernah dijadikan tempat pengabdian masyarakat, tapi tidak ada program berkelanjutan. Ketiga desa dan satu kelurahan yang berada di wilayah Kabupaten Garut ini akan dijadikan ‘Smart Village’. Adapun program-programnya di antaranya digitalisasi pelayanan, peningkatan SDM pengelola pemerintahan, inovasi sistem pembelajaran, peningkatan kualitas guru, pendampingan masyarakat, dan lain-lain”, ungkap Cepy, Jumat (19/03/2021).

Kepala Desa Karyamukti, Widya Heru Kartika, mewakili empat kepala gesa lainnya, menyatakan bahwa program kerjasama ini akan sangat bermanfaat dan memberikan kontribusi terhadap kemajuan Masyarakat di desa kami.

“Program ‘Smart Village’ akan menjadikan desa kami lebih mudah dalam melayani warga dan lebih maksimal dalam promosi pariwisata,” tuturnya.

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Dr. Hasniah Aliah, M.Si., mengungkapkan bahwa dalam rangka Pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, FST terus mengembangkan kerjasama dengan berbagai pihak termasuk dengan pemerintah daerah.

Sesuai dengan kapasitasnya dalam bidang sains dan teknologi, FST berkomitmen untuk meningkatkan SDM penyelenggara pemerintahan dan masyarakat  di level desa sehingga program-program ini betul-betul membumi dan bersentuhan langsung dengan masyarakat sebagai objek Tridharma Perguruan Tinggi.

“Oleh karena itu, PKS yang ditandatangani ini diharapkan bisa berjalan dengan baik dan dapat dilaksanakan olek kedua belah pihak dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.

Untuk mengimplementasikan PKS, ke depannya bukan hanya dilaksanakan oleh Jurusan Teknik Informatika, melainkan bisa bersinergi dengan jurusan lain. Harapannya kesuksesan dari kerjasama ini akan dijadikan sebagai pilot project yang bisa diadopsi dan dikembangkan di tempat lain.

“Semoga gagasan dan karya sebagai buah dari kerjasama ini memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat dan kita yang melaksanakannya mendapatkan pahala amal jariah karena berharap karya ini umurnya jauh lebih panjang dari umur kita,” jelasnya.

Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama , Dr. Aep Saepuloh, M.Si., merasa senang atas terselenggaranya PKS. Menurutnya, PKS menguntungkan kedua belah pihak.

Bagi FST, selain terpenuhinya program dari Tridharma Perguruan Tinggi, juga sekaligus persiapan akreditasi jurusan karena  MoU yang ditindaklanjuti dengan PKS mempunyai bobot dalam penilaian. Begitupun untuk pemerintah desa sebagai kesempatan untuk meningkatkan SDM, layanan kepada masyarakat, dan promosi potensi Desa.

“Harapannya semua jurusan dengan disiplin ilmunya masing-masing bisa bersinergi dalam program Smart Village yang digagas oleh Jurusan Teknik Informatika ini,” pungkasnya. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *