Life Style

Liburan Berbasis Kesehatan Jadi Tren, Indonesia Bangun Wellness Tourism

×

Liburan Berbasis Kesehatan Jadi Tren, Indonesia Bangun Wellness Tourism

Sebarkan artikel ini

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata menegaskan bahwa liburan pada 2025 bergeser dari sekadar rekreasi menuju aktivitas wellness. Masyarakat kini mencari ketenangan, kesehatan, dan relaksasi di tengah tekanan hidup modern.

Wonderful Indonesia Wellness Festival 2025 (WIW 2025) hadir di Solo dan Yogyakarta sepanjang November untuk menarik wisatawan domestik dan mancanegara. Festival ini menawarkan pengalaman liburan yang memadukan nilai kesehatan dan kearifan lokal.

Paket wisata dalam program tersebut menggabungkan spa, etno-spa, pengobatan herbal, kuliner sehat, seni budaya, dan aktivitas fisik ringan. Tim kurator wisata menyusun seluruh rangkaian agar wisatawan merasakan pemulihan tubuh dan pikiran.

Baca Juga:  Dosen Unpad, Nominator "Best of Learning and Education" TikTok Awards! Inilah Dia!

Menteri Pariwisata menegaskan bahwa wisatawan kini ingin pulang dengan tubuh dan jiwa lebih sehat. Ia menyebut perubahan ini sebagai cerminan gaya hidup urban yang mulai menghargai proses restorasi diri melalui alam dan tradisi lokal.

Data konsumsi menunjukkan pergeseran perilaku belanja masyarakat ke layanan wellness dibandingkan fashion atau kebutuhan konsumtif. Banyak profesional muda memilih aktivitas detox mental setelah menghadapi tekanan pandemi dan tuntutan ekonomi.

Tren ini tetap menghadirkan tantangan, terutama bagi kota wisata yang memiliki infrastruktur spa dan fasilitas kesehatan alternatif terbatas. Kelompok pemerhati budaya juga mengingatkan potensi komodifikasi budaya jika layanan wisata tidak menghormati makna ritual tradisional.

Baca Juga:  Film "Buya Hamka" Penuh Inspirasi dan Keteladanan

Meski begitu, para pelaku industri melihat peluang pertumbuhan besar di sektor wellness tourism. Pemerintah menargetkan kedatangan wisatawan berkualitas yang tinggal lebih lama dan berkontribusi pada ekonomi lokal serta penyebaran gaya hidup sehat.***(IK22/Ghibran)