Matahari belum sepenuhnya muncul ketika belasan anak muda berkumpul di kawasan Malioboro untuk memulai sesi jogging subuh. Komunitas yang menamakan diri “Lari Pelan-Pelan” ini terdiri dari mahasiswa, pekerja muda, hingga ibu rumah tangga yang ingin menerapkan gaya hidup lebih sehat.
“Awalnya cuma empat orang yang lari bareng tiap Minggu. Sekarang hampir selalu lebih dari lima puluh,” kata Rifki (25), salah satu pendiri komunitas.
Jogging subuh yang mereka lakukan bukan hanya tentang olahraga. Bagi banyak anggotanya, rutinitas ini menjadi cara melepas penat, membangun relasi, sekaligus memperbaiki pola hidup. “Kerjaan bikin stres. Lari pagi bikin kepala lebih enteng,” ujar Dhea, salah satu anggota komunitas.
Dokter olahraga, Dr. Zaki Ramadhan, menyebut fenomena ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran generasi muda terhadap gaya hidup aktif. “Anak muda sekarang tidak hanya mengejar tubuh ideal, tetapi juga kesehatan jangka panjang,” jelasnya.
Car Free Day menjadi ruang aman yang mempertemukan berbagai energi positif, mulai dari pedagang kecil hingga komunitas olahraga. Jogging subuh pun berkembang menjadi gaya hidup baru yang membawa kebahagiaan dan rasa kebersamaan bagi anak muda kota.***(IK22/Miftahul)















