News

Aisyiyah Jabar Wisuda 30 Muballighat Angkatan Ketiga, Perkuat Dakwah Perempuan Berkemajuan

×

Aisyiyah Jabar Wisuda 30 Muballighat Angkatan Ketiga, Perkuat Dakwah Perempuan Berkemajuan

Sebarkan artikel ini

BANDUNGMU.COM, Bandung — Pimpinan Wilayah (PW) Aisyiyah Jawa Barat kembali mencetak kader juru dakwah perempuan yang unggul.

Sebanyak 30 peserta didik dari Kulliyatul Muballighat Aisyiyah (KMA) angkatan ketiga resmi diwisuda dalam sebuah seremoni khidmat yang berlangsung di Aula Masjid Mujahidin Bandung pada Sabtu (7/12/2025).

Lulusan ini menandai keberhasilan program pendidikan mubalighat yang berlangsung selama satu tahun penuh, dimulai sejak 1 September 2024.

Acara wisuda tersebut mengangkat tema inspiratif, yakni Melalui Pendidikan Muballighat Aisyiyah Terwujud Kader Muballighat Aisyiyah Unggul Mencerahkan.”

Pemilihan tema ini menekankan visi Aisyiyah untuk menghasilkan mubalighat yang tidak hanya kompeten dalam ilmu agama. Namun,mampu membawa pencerahan dan kemajuan bagi umat dan peradaban.

KMA sendiri merupakan lembaga pendidikan khusus di bawah naungan Aisyiyah. Programnya didesain dengan fokus pada pembinaan dan pengembangan kader mubalighat melalui kurikulum ilmu dakwah yang adaptif dan disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan.

Baca Juga:  Pembelajaran Bagi Anak Usia Dini, Prodi PIAUD UM Bandung Gelar Motekart 2026

Tujuannya adalah memastikan setiap lulusan siap menjadi penggerak dakwah yang relevan dengan tantangan zaman.

Ketua Pelaksana KMA PW Aisyiyah Jabar Etty Sri Mulyati dalam sambutannya menegaskan pentingnya program ini.

Ia menyebut KMA sebagai bentuk ikhtiar strategis untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas mubalighat yang pada akhirnya akan memperkuat dakwah perempuan Islam berkemajuan.

“Ini merupakan bentuk ikhtiar strategis untuk memperkuat dakwah perempuan Islam berkemajuan dan berorientasi pada kemajuan peradaban dan menjunjung tinggi agama Islam rahmatan lil alamin,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PW Aisyiyah Jawa Barat Ia Kurniati menyoroti peran sentral mubalighat, khususnya dalam isu-isu sensitif seputar perempuan dan anak.

Baca Juga:  Resmi Diluncurkan, Forum Rektor PTMA Jadi Wadah Berbagi Ide dan Gagasan Untuk Perkuat Pendidikan Indonesia

Mengacu pada amanat Tanwir I Aisyiyah di Jakarta, ia menekankan bahwa Aisyiyah memiliki karakter gerakan yang harus menghadirkan isu perempuan dan anak dari perspektif persyarikatan.

“Oleh karena itu, kalau masih ada penyelewengan seperti KDRT, atau pembatasan-pembatasan hak perempuan, maka dakwah jangan dianggap selesai,” tegasnya, sekaligus berharap para mubalighat mampu mengaktualisasikan ilmunya demi Jawa Barat yang lebih berkemajuan dan berkeadilan.

Apresiasi tinggi turut disampaikan oleh Pimpinan Pusat Aisyiyah. Ketua Majelis Tabligh dan Ketarjihan PP Aisyiyah Eva Sovia Inayati memuji inisiatif PW Aisyiyah Jawa Barat dalam merawat kader juru dakwah.

Oleh sebab itu, dia berharap program KMA ini dapat terus berkembang dan menjadi model atau studi tiru bagi wilayah-wilayah Aisyiyah lainnya di seluruh Indonesia.

Baca Juga:  Muhammadiyah dan Kolaborasi Ormas Islam: Menggagas Dakwah Wasatiah di Jawa Barat

Lebih lanjut, Eva mengingatkan bahwa perkaderan juru dakwah—baik mubaligh maupun muballighat—memegang peran krusial dalam menjaga persatuan. Ia bahkan menyebut bahwa kualitas sebuah organisasi dapat dilihat dari kondisi para juru dakwahnya.

“Muballighat itulah yang menjadi agen nomor satu pemersatu ketika terjadi konflik,” pungkasnya, menekankan peran strategis kader yang baru diwisuda.

Pelaksanaan wisuda angkatan ketiga ini sekaligus menjadi bagian integral dari upaya Aisyiyah Jawa Barat dalam menyukseskan program Gerakan 1000 Muballighat yang telah digagas oleh Pimpinan Pusat Aisyiyah.

Keberhasilan 30 mubalighat ini menjadi harapan baru bagi penguatan dakwah perempuan berkemajuan di Bumi Parahyangan.***