Suasana Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung) mulai terasa berbeda menjelang peringatan Milad Muhammadiyah ke-113. Sejak memasuki area gerbang hingga lobi menuju lantai tiga, aktivitas civitas akademika tampak semakin padat. Dinamika tersebut menjadi penanda bahwa persiapan perayaan tengah berlangsung dan melibatkan banyak pihak di lingkungan kampus.
Geliat menyambut Milad tak hanya terasa secara fisik di area kampus. Aktivitas digital melalui akun media sosial resmi @umbandung di Instagram dan TikTok juga terlihat meningkat. Panitia mengunggah beragam konten bertema Milad ke-113, mulai dari peluncuran batik nasional edisi Milad Muhammadiyah hingga sesi tanya jawab bersama mahasiswa dan civitas akademika seputar sejarah Muhammadiyah dan kehidupan kampus.
Media sosial tersebut secara aktif membantu mahasiswa mengakses informasi kampus. Informasi yang sebelumnya kerap terlewat kini dapat diikuti secara real time melalui unggahan feed dan reels Instagram.
“Sebagai mahasiswa, saya melihat ada perubahan besar dalam cara kampus berkomunikasi dengan publik. Sekarang lebih aktif dan terasa menyala,” ujar Syamsul, mahasiswa Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam Universitas Muhammadiyah Bandung.
Pengelolaan media sosial yang lebih kreatif dan komunikatif menunjukkan keseriusan UMBandung dalam membangun citra digital yang modern, khususnya menjelang perayaan Milad Muhammadiyah ke-113. Pendekatan ini juga mencerminkan upaya kampus menyesuaikan diri dengan pola konsumsi informasi generasi muda.
Di balik semarak perayaan, Milad Muhammadiyah ke-113 menjadi momen reflektif bagi civitas akademika UMBandung. Peringatan ini bukan hanya tentang merayakan usia organisasi, tetapi juga tentang merawat dan menerjemahkan nilai-nilai Muhammadiyah agar tetap relevan di tengah perkembangan era digital yang bergerak cepat.***(IK22/Wida)















