Antrian BBM Mengular, Ada Apa?

oleh -

Oleh: Ace Somantri, Dosen Universitas Muhammadiyah Bandung

BANDUNGMU.COM — Sejak BBM naik dengan harga yang tak biasa, warga bukannya menahan diri untuk terlalu sering membeli BBM, faktanya di setiap SPBU terjadi mengular setiap saat antrian sepeda motor untuk mengisi BBM.

Tadinya berpikir bahwa fenomena itu adalah bentuk kepanikan awal-awal naik harga. Setelah dianalisa ternyata mustahil karena harusnya perbuatan tersebut sebelum naik harga.

Kemudian berprasangka lain, hal ini pasti karena harganya terlalu mahal, sehingga biasanya uang 10 ribu bahan bakar terisi lebih satu liter saat ini hanya dapat satu liter saja sehingga cepat habis.

Namun, karena sampai detik ini kebiasaan mengular antri terus terjadi, pertanyaan pun menggelayut dalam benak, apa sesungguhnya yang terjadi?

Sangat tidak mungkin warga berlama-lama antri sepanjang itu, padahal keumuman warga Indonesia boleh dikatakan paling malas ikut antri. Ini pasti ada sesuatu yang terjadi dengan kualitas BBM milik Pertamina sehingga berdampak pada konsumsi kendaraan terhadap bahan bakarnya yang mengakibatkan jadi boros alias cepat habis.

Pada berbagai media sosial warga Indonesia sudah mulai menyadari ada sesuatu yang terjadi. Banyak warga yang mengeluhkan bahan bakar cepat habis atau boros.

Di antaranya ada seseorang yang menghitung penggunaan bahan bakar biasa 1:65 saat ini terindikasi berkurang perkiraan menjadi 1:30 penasaran itu terus dirasakan dan benar terjadi berulang-ulang.

Baca Juga:  Saat Pemimpin Dahulukan Kepentingan IKN dan Melupakan Aspirasi Rakyat

Pun konsumen yang lain pada akhirnya komentar yang sama yaitu merasakan ada kejanggalan terkait kualutas bahan bakarnya. Walaupun awalnya ada yang mengira bahwa hal tersebut karena ada masalah di alat pembakaran pada kendaraan.

Namun, setelah banyak yang komentar tetang keborosan, meyakini hal ini terjadi ada indikasi kuat kualitas BBM di kurangi. Oleh karena itu, hal tersebut berdampak pada kekuatan ketahanan pembakaran pada jarak tempuh kendaraan dalam mengkonsumsinya.

Apabila ini benar-benar terjadi ada penguarangan kualitas, sangat luar biasa sekali kejahatan para pengelola perusahaan Pertamina. Negara pun harus bertanggung jawab.

Jangan-jangan perbuatan tersebut bagian dari skenario untuk menciptakan image bahwa rakyat berperilaku boros terhadap konsumsi bahan bakar. Sehingga akan dijadikan alasan untuk mengeluarkan alasan-alasan lain.

Sebagai argumentasi hak jawab dari para kritikus di berbagai media, baik di media sosial atau media online lainnya. Atau dalam berbagai opini yang muncul pada forum-forum kajian komunitas atau sejenis lainnya.

Disadari atau tidak, negara hari ini benar-benar terindikasi kehilangan kendali. Tekanan hutang luar negeri terus-menerus menjadi hantu monster yang menakutkan bangsa dan negara atau karena ada tujuan lain dengan cara menyiasati cipta kondisi dan situasi.

Baca Juga:  BBM Naik, Apakah Pemerintah Tidak Mampu Mengelola Sumber Daya Alam?

Negara memang memiliki hak untuk melakuakan cipta kondisi. Namun, apabila untuk kepentingan pragmatis politis dalam menghadapi tahun politik 2024 sangat keterlaluan.

Apabila itu benar adanya, kejahatan terstruktur yang dilakukan penyelenggara negara tidak bisa dibiarkan. Rakyat Indonesia semua harus bersuara segera meminta pertanggungajawaban terbuka melalui mekanisme yang konstitusional.

Bagi para pakar independen pun tidak boleh tinggal diam. Mereka harus memberikan peringatan keras untuk menyadarkan kepala dan para pejabat negara yang saat ini sibuk mencari alasan bagaimana rakyat menerima setiap kebijakan pemerintah yang sarat dengan kepentingan politik oligarki. Sementara rakyat pemberi mandat hanya di anggap yang memberi pinjaman tangan akan pemberian mandat tersebut.

Image yang akan muncul dan tampak dalam mata visual pada permukaan sosial selain akan menuduh bahwa rakyat boros konsumsi bahan bakar sehingga cadangan minyak dan gas menipis. Juga akan memberi alasan lain sekalipun bahan bakar harganya dinaikkan ternyata masyarakat buktinya menerima kenaikan tersebut hingga mengantri seperti ular.

Bahkan yang dikhawatirkan secara psikoligis lambat laun akan membudayakan masyarakat kian hari semakin terjepit menjadi tidak daya upaya.

Baca Juga:  Bentuk Tanggung Jawab kepada Negara, Setiap Perusahaan Wajib Laporkan SPT Tahunan

Akhirnya rakyat pasrah apa yang terjadi. Apa pun kehendak sang penguasa yang berkarakter bak majikan dalam sebuah keluarga raja yang semena-mena berbuat sekehendak hatinya. Sekalipun melanggar agama, apalagi moral dan etika akan dianggap biasa.

Wahai bangsa Indonesia, ingatlah bahwa ajaran agama tidak ditelan masa. Sebaliknya Anda semua ada masanya. Jangan anggap biasa melanggar aturan agama dan negara.

Di depan manusia Anda dapat merekayasa seolah-olah tidak berbuat dosa, justru tidak terasa telah banyak manusia binasa tanpa dosa akibat kebijakan rekayasa. Allah Yang Maha Kuasa selalu melihat apa saja yang diperbuat hamba-Nya, kapan dan di mana pun Anda berada tidak bisa lari dan sembunyi.

Hari ini Anda berkuasa, walaupun berlaga ndeso penuh citra nan mempesona, tetapi kebijakanmu kian hari semakin membuat sengsara. Suara hati rakyat yang tertipu selama ini, sekarang hancur lebur menyesali meminjamkan dan memberi mandat kepadamu.

Doa dan sumpah serapah pun terlontar karena marah dan kecewa. Allah SWT yang melihat perbuatanmu akan memperlihatkan sesuatu yang terjadi, pun jiwa dan ragamu akan merasakannya hingga pada masanya akan datang. Wallahu ‘alam.***

No More Posts Available.

No more pages to load.