News

ART SIDE UM Bandung Gelar Bedah Film dengan Cara Bersidang seperti di Pengadilan

×

ART SIDE UM Bandung Gelar Bedah Film dengan Cara Bersidang seperti di Pengadilan

Sebarkan artikel ini
Suasana bedah film pendek dengan skema pengadilan yang dilakukan ART SIDE Universitas Muhammadiyah Bandung belum lama ini. (Foto: Dok. UMBandung).

BANDUNGMU.COM, Bandung – Ada seorang pria di suatu kampus menyukai teman wanita yang ada di kelasnya. Gayung pun bersambut, ternyata si wanita tersebut juga tampaknya menyukai si pria.

Namun sayang, si pria itu tidak berani mengutarakan isi hatinya secara lisan. Dia takut. Rasa cintanya hanya disimpan di dalam hati.

Alhasil, wanita idaman si pria itu keburu “ditembak” pria lain yang berani langsung mengutarakan isi hatinya tanpa ragu. Si wanita pun menerima cinta si pria lain ini dengan tulus. Wanita ini menghargai keberanian dan ketulusan cinta kepada dirinya.

Si pria pertama yang pemalu, akhirnya mendengar kabar bahwa wanita idamannya akan pergi ke luar kota. Dia sudah ada di bandara. Si pria lalu mengejar si wanita dengan perasaan gelisah.

Sesampainya di bandara, si pria ini mengutarakan rasa cintanya. Namun, si wanita menjelaskan bahwa dirinya sudah jadi milik orang lain. Si pria merasa kecewa karena cinta ditolak. Ternyata dia sudah terlambat.

Baca Juga:  Prodi Psikologi UM Bandung Bekali Kader NA dengan Kompetensi Dasar Dunia Kerja

Begitulah kira-kira alur cerita film berjudul ”TOO LATE” yang disidangkan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Muhamadiyah Bandung (UM Bandung), Art-Sinematografideluxes (ART SIDE), belum lama ini.

UKM yang digagas beberapa mahasiswa UM Bandung ini mengapresiasi film pendek karya mahasiswa dengan cara berbeda, yakni menggunakan konsep persidangan seperti di pengadilan.

Pada “persidangan” tersebut, ada anggota ART-SIDE yang bertindak sebagai hakim, jaksa, pengacara, penonton, dan sebagainya. Semua pihak bisa mengomentari film yang disidangkan sesuai dengan peran masing-masing.

Gelaran sidang ART-SIDE tersebut sudah memasuki chapter 3. Mengambil tempat di Auditorium UM Bandung, acara yang terbilang unik ini dihadiri para peserta dengan menggunakan outfit bernuansa cokelat.

Kreativitas dan pesan moral

Sementara film pendek karya mahasiswa UM Bandung yang disidang dan dibedah ada dua, yaitu ”TOO LATE” yang alur ceritanya sudah ditampilkan di atas dan ”SIGHTLESS”.

Film yang berjudul ”SIGHTLESS” menceritakan mengenai seorang siswa kelas 12 SMA bernama Kira yang tidak percaya adanya virus yang tengah menyerang seluruh dunia.

Baca Juga:  LBSO Aisyiyah Sukabumi Perkuat Keterampilan Menulis Kader dengan Pelatihan Literasi Bahasa

Sutradara film ”SIGHTLESS” sekaligus mahasiswa Ilmu Komunikasi UM Bandung, Umi Soleha, mengatakan bahwa film yang ia garap ingin menyampaikan pesan moral bahwa setiap peristiwa yang malang mungkin langkah awal agar lebih baik lagi.

“Dan kita sebagai manusia kadang enggak tahu nih esok, lusa, maupun hari yang akan datang ada kejadian apa yang bakal menimpa kita. Tapi setiap peristiwa pasti ada hikmahnya. Asal kita mau berusaha buat melewati masa tersebut,” ucap Umi.

Ditemui terpisah, Rabu (03 Juni 2021), Ketua Umum ART-SIDE, Ali Musa Daud, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah kreatif dalam membedah film pendek karya mahasiswa film. Terlepas dari sempurna atau tidaknya film tersebut.

“Saya juga harap kepada teman-teman untuk menjadikan kegiatan ini sebagai garis star untuk menghasilkan karya film atau produksi yang lebih besar lagi daripada saat ini di luar sana. Ini sebagai langkah awal untuk menghasilkan karya yang lebih baik di kemudian hari,” ucap Ali.

Baca Juga:  Universiti Sains Malaysia Bersilaturahmi ke UM Bandung, Sepakat Jalin Kerja Sama

Kegiatan berkelanjutan

Terkait pelaksanaan sidang film bak di pengadilan ini, pembina ART SIDE, Agung Tirta Wibawa, S.Sos., M.Ag., mengatakan pelaksanaan sidang film tersebut menjadi sebuah kegiatan berkelanjutan yang dilakukan oleh UKM dengan fokusnya pada bidang film.

”Saya mengapresiasi karya teman-teman atas filmnya dan sekarang itu yang diluncurkan. Harapan saya untuk teman-teman terus memperbarui, terus mengevaluasi, segala kekurangan yang dihasilkan dan diharapkan karya berikutnya akan menjadi karya yang islami, sempurna, dan disempurnakan,” ucap Agung.

Sementara itu, menurut Wakil Presiden Mahasiswa UM Bandung Sani Nurohmah, sidang ketiga yang dilakukan oleh ART SIDE merupakan sesuatu hal yang luar biasa. Kegiatan ini, menurutnya, bisa menjadi media untuk menampilkan film-film yang bagus dan seru karya mahasiswa.

”Hal ini merupakan suatu kebanggaan karena UM Bandung punya ART SIDE yang sangat berperan penting gitu ya dalam dunia perfilman, khususnya di Universitas Muhammadiyah Bandung,” ucap Sani.***(FK)