Tahun Ajaran Baru, UMBandung Akan Lakukan Pembelajaran Tatap Muka

oleh -
Wakil Rektor III UMBandung Dr. Hendar Riyadi, M.Ag. (kiri) seusai kegiatan vaksinasi belum lama ini. (Foto: Dok. Bandungmu.com).

BANDUNGMU.COM – Sejak Indonesia dilanda pandemi Covid-19, semua sektor terkena dampaknya, termasuk dunia pendidikan. Sudah satu tahun lebih sekolah dan perguruan tinggi menyelenggarakan pembelajaran secara online.

Namun hal itu tampaknya akan segera berakhir. Perguruan tinggi yang ada di Bandung, Unpad dan ITB, seperti dikutip dari berbagai media, sudah bersiap melakukan pembelajaran tatap muka (PTM).

Begitu pula dengan Universitas Muhammadiyah Bandung (UMBandung) yang kabarnya akan memulai PTM pada tahun ajaran baru sekitar September 2021.

Hal itu ditandai dengan dilakukannya vaksinasi terhadap semua dosen dan tendik di lingkungan UMBandung pada Kamis (03 Juni 2021).

Menurut Wakil Rektor III UMBandung Dr. Hendar Riyadi, M.Ag., kegiatan pemberian vaksin tersebut menjadi ikhtiar yang sangat efektif dan optimal. Muaranya tentu agar bisa dilaksanakannya PTM secara bertahap.

”Ya vaksinasi ini merupakan satu ikhtiar kolektif bagi Muhammadiyah, khususnya di Universitas Muhammadiyah Bandung, untuk mencegah penularan atau dampak dari Covid-19,” ucap Hendar.

Ia juga mengatakan, sangat dimungkinkan untuk perkuliahan tatap muka bisa dilakukan kalau pelaksanaan vaksinasi berjalan dengan baik dan tidak ada hal-hal yang tidak diharapkan.

”Kami sebenarnya sangat berharap semester baru ini, sekitar September 2021, (pembelajaran) bisa dimulai, tetapi tetap mungkin dengan melaksanakan blended learning atau hybrid learning, yaitu tatap muka dengan luring,” lanjutnya.

Apresiasi dosen dan mahasiswa

Sementara itu dosen Prodi Managemen UMBandung, Helin Garlinia, S.E., M.Si., merasa senang akan adanya pelaksanaan vaksin di kampus yang terkoordinasi dengan baik.

Ia menjelaskan, keikutsertaannya dalam kegiatan vaksinasi di UMBandung bukan untuk mencegah, melainkan untuk kekebalan tubuh. Yakni sebagai persiapan kalau nantinya pelaksanaan PTM di UMBandung jadi dilaksanakan.

”Saya memahami bahwa proses perkuliahan tidak harus selalu online, terutama untuk menghadapi mahasiswa. Jadi saya harapkan dengan semua sudah divaksin, baik itu dosen maupun tendik, kita bisa blended learning pada semester depan sehingga tidak perlu semua pembelajaran dilakukan online,” kata Herlin.

Herlin mengakui, dirinya sangat paham bahwa ada berbagai macam keterbatasan selama pembajaran onlinen, baik dari sisi dosen maupun mahasiswa.

Senada dengan itu, salah satu mahasiswa UMBandung, Alifa Jilani Iklila, mengapresiasi rencana PTM yang akan dilakukan UMBandung.

Alifa mengaku, dirinya merasa bosan kalau terus-menerus kuliah online. Kuliah online, menurut Alifa, sering terkendala, tetapi dengan kuliah tatap muka, Alifa mengaku sepertinya akan bisa lebih memahami materi perkuliahan.

”Aku pribadi sih setuju saja gitu kalau ada kuliah tatap muka. Karena nantinya akan ada pratik-praktik sehingga ke mahasiswanya juga lebih paham gitu. Asal kita tetap menjaga protokol kesehatan. Saran dari aku ya adain rolling juga gitu karena enggak mungkin semuanya masuk gitu kan ya, tetap adain protokol kesehatan gitu walaupun kuliah offline juga,” pungkas Alifa. (KTR-FK).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *