UMBandung
Life Style

Cegah Kasus Stunting Dengan Tujuh Langkah

×

Cegah Kasus Stunting Dengan Tujuh Langkah

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi (Istockphoto)

BANDUNGMU.COM, Bandung — Stunting masih menjadi persoalan serius di Indonesia yang solusinya butuh cara yang komprehensif dan masif, mulai dari hal kecil hingga besar.

Dokter Spesialis Anak Bidang Nutrisi, Julistio Djais, seperti dikutip dari laman bandung.go.id, menyampaikan bahwa stunting adalah kondisi yang terjadi akibat kekurangan gizi kronis selama seribu hari pertama kehidupan anak yang dimulai sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun.

“Dampaknya bisa mengakibatkan gangguan pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif, yang membahayakan masa depan anak,” kata Julistio. Menurut Julistio, pencegahan stunting tidaklah sulit jika dilakukan dengan benar. Berikut adalah langkah-langkah penting untuk mencegah stunting.

Nutrisi ibu hamil

“Ibu hamil perlu mendapatkan asupan makanan yang bergizi seimbang. Program pemberian suplemen tambahan, seperti tablet tambah darah, sangat penting untuk dijalankan dengan baik,” kata Julistio. “Nutrisi yang baik selama kehamilan memastikan janin mendapatkan gizi yang diperlukan untuk tumbuh optimal,” tambahnya.

Baca Juga:  Wow! Selama 2021, Pengguna Internet Baru di Indonesia Bertambah 21 Juta

ASI eksklusif

Setelah lahir, bayi harus mendapatkan Air Susu Ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan pertama. “ASI adalah sumber gizi terbaik untuk bayi, membantu pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Setelah enam bulan, ASI tetap diberikan bersama makanan pendamping ASI (MPASI),” ujarnya.

Makanan pendamping ASI (MPASI)

MPASI yang diberikan harus berkualitas, mengandung sumber protein hewani dan nabati, serta sayuran. “Ibu perlu diajarkan cara menyiapkan dan memberikan MPASI yang benar agar anak mendapatkan gizi seimbang,” jelasnya.

Baca Juga:  Cara Membuat Kolak Pisang Enak dan Legit

Edukasi dan konseling

Edukasi dan konseling dari petugas kesehatan sangat penting. “Mereka harus secara terus-menerus memberikan pengetahuan kepada ibu-ibu tentang pentingnya gizi dan cara memberikan makanan yang benar,” terangnya. “Orang tua perlu dibekali pengetahuan tentang cara mencegah stunting dan pentingnya gizi seimbang,” tambah Julistio.

Perhatian khusus pada bayi prematur

Bayi yang lahir prematur memerlukan penanganan khusus dan rujukan ke layanan kesehatan yang memadai. “Penting bagi orang tua untuk memahami kebutuhan khusus bayi prematur untuk mencegah stunting,” jelasnya.

Peran ahli gizi dan petugas kesehatan

Ahli gizi harus secara terus-menerus memberikan bimbingan terkait makanan yang baik bagi ibu dan anak. “Petugas kesehatan di puskesmas perlu meningkatkan upaya edukasi kepada masyarakat, memastikan ibu-ibu memahami pentingnya pencegahan stunting,” tutur dokter spesialis anak.

Baca Juga:  Soal Larangan Penjualan Rokok Batangan, Presiden Jokowi: Untuk Kesehatan Masyarakat

Kesadaran pentingnya pencegahan stunting

Julistio menekankan bahwa edukasi yang konsisten dan komprehensif akan membantu ibu-ibu memahami dan menganggap penting upaya pencegahan stunting. “Pencegahan stunting yang dimulai sejak kehamilan dan dilakukan secara berkelanjutan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah stunting terjadi,” ujarnya.

“Dengan langkah-langkah ini, kita dapat bersama-sama mencegah stunting dan memastikan masa depan anak-anak di Kota Bandung yang lebih baik dan cerah,” pungkasnya.***

___

Sumber: bandung.go.id

Editor: FA

PMB UM Bandung