Islampedia

Dadang Kahmad Jelaskan Umat Islam Akan Bangkit Kalau Punya Syarat Ini

×

Dadang Kahmad Jelaskan Umat Islam Akan Bangkit Kalau Punya Syarat Ini

Sebarkan artikel ini

BANDUNGMU.COM — Ayat pertama surah Al Alaq atau yang dikenal dengan ayat berisi perintah membaca (iqra) disebut sebagai ayat paling awal yang turun kepada Nabi Muhammad SAW.

Dari ayat ini, lahirlah peradaban Islam yang maju seperti Al Madinatu Munawarah hingga peradaban Ummawiyah dan Abbasiyah. Namun setelah kegemilangan Islam itu runtuh, umat Islam justru tertinggal dan tidak mampu lagi menguasai dunia.

“Kelompok-kelompok masyarakat selain muslim seperti Buddha dan Protestan, mereka maju sekali hingga bisa menciptakan alat-alat yang kita pakai oleh kaum muslimin sekarang. Penyebabnya apa? Karena kita tidak mempraktikkan iqra,” ungkap Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dadang Kahmad dalam “Catatan Akhir Pekan” TvMu, Sabtu (23/o4/2022).

Baca Juga:  Mengenal Kitab Tafsir At-Tanwir Karya Ulama Muhammadiyah

Dadang menyebut bahwa ilmu pengetahuan terbengkalai di dunia Islam karena umat muslim belum sepenuhnya terbuka untuk membaca berbagai ilmu pengetahuan di luar agama, apalagi indeks literasi di negara-negara muslim sangat rendah.

“Negara-negara maju, negara hebat itu ialah yang membiasakan rakyatnya membaca. Sedangkan masyarakat di Indonesia atau di negara Islam justru tidak terbiasa membaca,” ungkapnya.

Perintah iqra di dalam Al Quran sendiri menurut Dadang bersifat umum (nakirah). Oleh karena itu, para ahli tafsir memaknai bahwa Allah memerintahkan umat muslim untuk membaca semua ilmu pengetahuan dan bukan membaca ilmu agama saja.

Baca Juga:  Masjid Raya Bandung, Alami Bernuansa Seni (1)

Berkaitan dengan momentum nuzululquran dan asyril awakhir atau sepuluh hari terakhir bulan suci Ramadan, Dadang berpesan agar kaum muslimin meresapi hikmah yang terkandung pada ayat tersebut dan berupaya menjadi umat yang inklusif dan haus akan ilmu pengetahuan.

Dadang juga menjelaskan bahwa orang yang memiliki kualitas membaca bagus, dia juga akan memiliki tradisi lisan yang bagus sehingga sebagai orang bertakwa, dia akan mampu bertutur dengan argumen yang bernas dan tepat (qaulan sadiidan, qaulan saliiman).

“Saya yakin kaum muslimin akan bangkit kalau kita punya tradisi membaca. Jika itu terjadi maka tradisi ngobrolnya, tradisi lisan juga ikut berkembang,” tambahnya.

Di samping terbuka dan haus ilmu, Dadang berpesan agar umat muslim tetap memprioritaskan Al Quran sebagai bacaan yang diinternalisasikan ke dalam diri dan diaktualisasikan dalam bentuk akhlakul karimah.

Baca Juga:  Memahami Pengertian dan Prinsip Ibadah dalam Islam

“Janganlah kita membiarkan Al Quran itu sebagai sesuatu yang tidak pernah kita baca dan nanti di akhirat itu ada satu ayat yang berbunyi wa qaala rasuulu rabbi inna qaumi-takhadzu hadzal-qur’ana mahjura, Ya Allah kaumku menjadikan Al Quran ini sesuatu barang yang tidak berharga dan ditinggalkan,” ucap Dadang menyitir surah Al Furqan ayat ke-30.

“Jangan sampai kita termasuk yang diucapkan nabi nanti di akhirat seperti itu,” pungkasnya.***