Cinta di era digital kini sering bermula dari layar ponsel. Aplikasi kencan memudahkan generasi muda bertemu orang baru, tetapi juga mengubah cara mereka memaknai hubungan dan kedekatan emosional. Dengan satu gerakan swipe, pilihan terasa tak terbatas dan seseorang bisa segera berpindah ke profil berikutnya.
Perubahan ini membuat relasi menyerupai sebuah marketplace. Banyak orang menilai calon pasangan hanya dari foto dan bio singkat, bukan dari proses saling mengenal secara perlahan. Budaya ghosting, obrolan yang tiba-tiba menghilang, dan hubungan yang berakhir sebelum sempat dimulai pun semakin lazim. Tak sedikit anak muda yang akhirnya merasa lelah secara emosional.
Meski demikian, kencan daring tetap membawa sisi positif. Aplikasi membantu orang bertemu di luar lingkaran sosialnya, terutama mereka yang pemalu, sibuk, atau minim waktu bersosialisasi. Namun para pengamat mengingatkan, aplikasi hanyalah alat, bukan tolok ukur nilai diri.
Teknologi seharusnya membantu manusia membangun koneksi yang nyata, bukan justru menjauhkan kita dari kehadiran penuh dalam sebuah percakapan dan hubungan.***(IK22/Salma)
