News

Ekonomi Jadi Kekuatan dan Kemandirian Muhammadiyah

×

Ekonomi Jadi Kekuatan dan Kemandirian Muhammadiyah

Sebarkan artikel ini
Foto: suaramuhammadiyah.id.

BANDUNGMU.COM — Suara Muhammadiyah telah membangun Pusat Gudang dan Dokumen terpadu yang representatif di lahan yang cukup luas dan bangunan yang bagus.

Pusat gudang dan dokumen terpadu ini merupakan bagian dari sarana dan pra-sarana Suara Muhammadiyah secara keseluruhan untuk mengembangkan berbagai macam kegiatan usaha sebagai bagian dari amal usaha Muhammadiyah (AUM).

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah pada Peresmian Pusat Gudang dan Dokumen Terpadu Suara Muhammadiyah, Ahad (20/02/2022) kemarin.

“Dengan mengusung tema ‘Daulat Pangan, Berdikari di Negeri Sendiri’ tentu Suara Muhammadiyah yang telah memiliki berbagai macam jenis usaha yang bersifat sosial sekaligus juga terus mengembangkan majalah Suara Muhammadiyah ingin menjadi bagian dari usaha Muhammadiyah membangun bangsa lewat kekuatan ekonomi,” tutur Haedar, seperti dikutip dari laman resmi persyarikatan.

Baca Juga:  Inilah Makna dan Penjelasan Logo Milad Ke-113 Muhammadiyah

Sebagaimana diketahui bahwa Muhammadiyah telah merambah gerakan bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial. Selain secara khusus tentu membina keagamaan atau keislaman kaum muslimin lewat dakwah dan tajdid.

Oleh karena itu, Haedar mengingatkan kembali satu usaha Muhammadiyah dari hasil Muktamar di Makassar yakni menggelorakan amal usaha di bidang ekonomi.

“Usaha di bidang ekonomi bagi Muhammadiyah sebenarnya merupakan langkah strategis baik bagi kepentingan gerakan maupun bagi kemajuan umat dan bangsa kita. Dalam konteks gerakan, Muhammadiyah sebagai gerakan Islam sebenarnya sejak awal memiliki tradisi wirausaha,” ungkapnya.

Baca Juga:  Bangun Kolaborasi dan Sinergi, Lazismu Jawa Barat Jalin Kerja Sama dengan PT Agronesia

Haedar melanjutkan sejak awal para pimpinan Muhammadiyah di masa KH Ahmad Dahlan juga memiliki tradisi wirausaha.

“Muhammadiyah generasi awal berkembang ke seluruh tanah air juga hidup di pusat-pusat di mana cabang-cabangnya juga memiliki basis wirausaha yang sangat kuat sehingga Muhammadiyah mampu tersebar ke seluruh tanah air,” lanjutnya.

Sementara itu, dalam konteks ajaran agama Islam tentu saja bahwa usaha dibidang ekonomi juga menjadi bagian dari etos Islam.

Islam mengajarkan agar kita memiliki kekuatan tangan di atas dan jangan menjadi tangan di bawah.

Baca Juga:  Prodi Ekonomi Syariah FAI Universitas Siliwangi Gelar Workshop Bisnis Digital

Menurut Haedar, perintah untuk zakat, infak, sedekah secara langsung meniscayakan setiap muslim untuk berkemampuan secara ekonomi.

Sama halnya dengan perintah haji dengan syarat tertentu juga meniscayakan agar bisa berhaji umat muslim harus berkemampuan.

Haedar menegaskan bahwa etos Islam ini tidak hanya bisa terciptakan lewat teori semata.

Menurutnya harus ada gerakan praktik untuk nyata berwirausaha, berniaga, berbisnis, dan segala usaha di bidang ekonomi yang produktif.

Tujuannya tentu saja untuk meraih kepentingan kemasyarakatan membangun ekonomi lewat umat dan bangsa.

“Maka pilar ekonomi menjadi penting bagi Muhammadiyah untuk menjadi kuat dan mandiri,” tegas Haedar.***