PMB UMbandung
News

Ela Hayati Raih “Best Presenter” pada Islamic Religion Education Conference

×

Ela Hayati Raih “Best Presenter” pada Islamic Religion Education Conference

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung) Ela Hayati menyabet gelar "Best Presenter" pada Islamic Religion Education Conference (I-Recon) 2022.***
PMB UMBandung

BANDUNGMU.COM, Bandung – Seakan-akan tidak pernah habis, prestasi mahasiswa-mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM Bandung) di berbagai level terus bermunculan.

Kali ini mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) Ela Hayati yang menorehkann prestasi itu.

Ela Hayati berhasil meraih penghargaan “Best Presenter” pada acara Islamic Religion Education Conference (I-Recon) 2022 yang digelar oleh UIN Sunung Gunung Djati Bandung secara virtual belum lama ini.

Islamic Religion Education Conference merupakan seminar nasional yang diikuti oleh mahasiswa PAI dari seluruh Indonesia. Pada acara ini mereka mempresentasikan jurnal seputar PAI seperti kurikulum hingga inovasi pembelajaran PAI.

Sempat ragu

Ela Hayati mengaku bersyukur bahwa skripsi yang ia susun untuk kelulusan terpilih untuk masuk ke dalam seminar nasional tersebut.

Baca Juga:  Statistical Performance and Data Analysis for Book of the Fallen Slot in UK

”Sebetulnya waktu itu aku pesimis dan meminta kepada Kaprodi PAI untuk memilih mahasiswa yang lain saja. Namun, akhirnya beliau menyarankan aku untuk coba ikutan saja dulu dan alhamdulillah hasilnya jadi yang terbaik,” ucap Ela Hayati via pesan singkat, Selasa 26 Juli 2022.

Pada lomba ini, Ela Hayati mempresentarikan paper berjudul ”Pengaruh Gadget Terhadap Pendidikan Seks Pada Anak di SDN Pasirlayung 1 Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung”.

Mahasiswa angkatan 2018 yang punya hobi menyanyi ini mengungkapkan bahwa anak-anak yang melaksankan pembelajaran daring selama pandemi covid-19, sering kali mengakses internet melalui gadgetnya.

Baca Juga:  IKA Doras dan Pusat Studi Kebencanaan UM Bandung Kembali Gelar Donor Darah Gelombang Kedua

Tidak dapat dimungkiri, kata Ela Hayati, apabila mereka sering mengakses internet tanpa disadari maka sering muncul situs-situs web yang berbau pornografi.

Observasi yang dilakukan Ela Hayati fokus kepada anak-anak kelas 5 dan 6 SD dimana mereka sudah memasuki masa pubertas.

”Ada yang bercerita bahwa mereka ada yang sudah melihat video porno. Ada juga yang senang dengan anime berbau pornografi juga. Nah dari situlah aku semakin yakin untuk melakukan penelitian terkait hal itu,” tuturnya.

Dari responden siswa yang ia teliti, sebanyak 33 persen dari mereka yang terkena dampak pengaruh tersebut akibat penggunaan internet yang tidak terkontrol.

Baca Juga:  Ana Tri Rahayu dari Prodi PIAUD Raih IPK Tertinggi di Wisuda Ke-8 UM Bandung

Di samping itu, ada kemungkinan juga sebagian dari mereka terpengaruh atau kecanduan gadget seperti halnya kecanduan game.

Penambah motivasi

Dengan prestasi yang ia raih, dirinya berharap semakin menambah rasa percaya diri dan mampu meraih berbagai prestasi lainnya yang lebih tinggi.

Mahasiswa yang juga sudah mengajar di SDN Pasirluhur Kabupaten Bandung ini juga bertekad terus meningkatkan semangat dalam pembelajaran.

”Setiap orang punya kemampuan dan keunggulan tersendiri. Oleh karena itu, kita harus percaya dengan kemampuan diri sendiri. Tidak perlu menjadi orang lain,” pesannya.***(Firman Katon)

PMB UMBandung