BANDUNGMU.COM, Bandung – Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung sukses mengadakan yudisium ke-13 dan 14 pada Kamis (07/08/2025).
Acara yang berlangsung di Auditorium Kiai Haji Ahmad Dahlan, lantai tiga gedung UM Bandung, itu meluluskan sebanyak 153 lulusan dari 7 program Studi yang ada di FST. Di antaranya prodi Agribisnis, Farmasi, Teknik Elektro, Teknik Industri, Teknik Informatika, Teknologi Pangan, dan Bioteknologi.
Dekan FST UM Bandung Arief Yunan menegaskan bahwa yudisium ini menjadi salah satu momen bersejarah bagi para lulusan sebelum terjun ke tengah-tengah masyarakat.
“Hari ini kita berkumpul untuk merayakan keberhasilan dan pencapaian kalian semua. Saya percaya keberhasilan ini bukan hanya dari kerja keras Anda, tetapi juga berkat dukungan keluarga, dosen, staf fakultas, dan tenaga kependidikan,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa Fakultas Saintek dan Teknologi selalu berkomitmen menyediakan pendidikan berkualitas yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami percaya bahwa lulusan yang hari ini yudisium akan menjadi agen perubahan positif yang berdampak bagi masyarakat dan berkontribusi signifikan di bidang sains dan teknologi,” tambahnya.
Arief mendorong para lulusan FST untuk terus mengembangkan kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki.
“Jadilah pemimpin yang inovatif dan berintegritas di bidang masing-masing,” pesannya.
Sebagai fakultas yang telah berusia delapan tahun, inovasi dan peningkatan mutu pendidikan tinggi harus terus dilakukan.
“Fakultas Sains dan Teknologi berkomitmen memperkuat kualitas lulusan agar siap menghadapi tantangan era industri sekaligus membentuk pribadi profesional berbasis nilai al-Islam dan kemuhammadiyahan” kata Arief.
Akhlak mulia
FST memiliki tujuan menghasilkan lulusan berakhlak mulia, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, berjiwa entrepreneur, serta bersikap profesional untuk memajukan kehidupan bangsa.
Visi tersebut selaras dengan visi UM Bandung untuk menjadi fakultas unggul dan memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan sains dan teknologi berbasis nilai Islam.
Untuk mewujudkannya, ada dua indikator utama yang dijalankan. Pertama, pencapaian akreditasi terbaik dari BAN-PT atau LAM. Kedua, integrasi keilmuan dengan nilai Islam pada setiap mata kuliah di semua prodi.
“Dengan visi ini, kami berharap dapat menghasilkan lulusan berkualitas, berkompeten, berdaya saing global, dan berkarakter Islam,” tutup Arief.***(FK)












